Final Dramatis Tiga Set, Sabalenka Rebut Gelar Perdana Indian Wells

  • 16 Mar 2026 09:39 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Indian Wells – Petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, menjuarai BNP Paribas Open 2026 di Indian Wells, Senin, 16 Maret 2026. Ia meraih gelar tersebut usai mengalahkan Elena Rybakina pada partai final dramatis yang berlangsung tiga set.

Sabalenka menang dengan skor 3-6, 6-3, 7-6(6) pada pertandingan berdurasi lebih dari dua jam tersebut. Ia bahkan sempat menyelamatkan championship point milik Rybakina pada set penentuan.

Gelar ini menjadi trofi pertama Sabalenka di Indian Wells. Ia sebelumnya kalah pada final edisi 2023 dan 2025.

Kemenangan tersebut juga menandai gelar kedua Sabalenka pada musim 2026. Sebelumnya, ia menjuarai turnamen Brisbane pada Januari lalu.

Secara keseluruhan, trofi ini menjadi gelar ke-23 Sabalenka di turnamen WTA. Ia juga mencatatkan gelar WTA 1000 ke-10 sepanjang kariernya.

Pada set pertama, Rybakina tampil lebih dominan sejak awal pertandingan. Ia merebut break pada gim keenam dan menutup set pertama dengan keunggulan 6-3.

Petenis Kazakhstan, Elena Rybakina, saat bertanding melawan Aryna Sabalenka pada partai final BNP Paribas Open 2026 di Indian Wells, Senin, 16 Maret 2026 (Foto: BNP Paribas Open)

Petenis Kazakhstan itu bahkan membuka set kedua dengan break cepat atas Sabalenka. Namun, Sabalenka segera bangkit dan membalas dengan merebut servis lawannya.

Momentum kemudian berbalik ketika Sabalenka memenangkan beberapa gim penting. Ia menutup set kedua dengan skor 6-3 untuk memaksakan set penentuan.

Pada set ketiga, kedua pemain saling menjaga servis hingga kedudukan imbang. Rybakina sempat menyamakan skor menjadi 5-5 setelah merebut break penting.

Pertandingan akhirnya ditentukan melalui tie-break yang berlangsung ketat. Rybakina sempat memiliki championship point sebelum Sabalenka menyamakan kedudukan.

Petenis Belarus itu kemudian memenangkan dua poin terakhir untuk memastikan kemenangan. Ia pun menutup pertandingan dengan selebrasi penuh emosi di lapangan.

“Banyaknya final di mana saya menelan kekalahan justru mengajarkan bahwa pertandingan belum selesai sampai benar-benar berakhir. Bahkan saat menghadapi match point, Anda masih memiliki kesempatan untuk kembali ke pertandingan,” ujar Sabalenka.

Rekomendasi Berita