Epriyanto Tegaskan Musda Perbasi Jabar Sah Aklamasi
- 06 Mar 2026 22:41 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Jawa Barat yang digelar pada 14 Februari 2026 disebut telah berlangsung sesuai dengan mekanisme organisasi. Forum tersebut dinilai telah menyelesaikan seluruh agenda sidang hingga menghasilkan keputusan resmi.
Musda tersebut juga menetapkan ketua terpilih melalui mekanisme aklamasi karena hanya terdapat satu calon yang maju dalam proses pencalonan. Dalam forum tersebut, Epriyanto Kasmuri akhirnya ditetapkan sebagai Ketua Perbasi Jawa Barat untuk periode berikutnya.
Menurut Epriyanto, keputusan tersebut dihasilkan melalui forum resmi yang dihadiri oleh para pemilik hak suara dari kabupaten dan kota di Jawa Barat. Ia menegaskan bahwa secara prosedural seluruh tahapan sidang telah dilaksanakan hingga penetapan ketua terpilih.
“Musda tanggal 14 Februari kemarin itu sebenarnya sudah selesai dan menghasilkan ketua terpilih secara aklamasi karena memang hanya ada satu calon,” ujar Epriyanto di Gedung KONI Jawa Barat, Jumat 6 Maret 2026.
Meski demikian, dinamika organisasi sempat muncul setelah sejumlah pengurus cabang menyampaikan keberatan terhadap hasil Musda tersebut. Keberatan tersebut disampaikan sebagai bagian dari hak setiap pengurus cabang dalam menyampaikan pandangan di dalam organisasi.
Namun Epriyanto menjelaskan bahwa sebagian pihak yang mengajukan keberatan justru meninggalkan forum sebelum Musda selesai. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bentuk walkout yang secara otomatis membuat mereka tidak lagi terlibat dalam proses pengambilan keputusan di forum.
“Sebanyak 13 pihak yang menyatakan keberatan itu sebenarnya keluar dari forum. Artinya mereka melakukan walkout dan secara sadar meninggalkan hak-haknya dalam forum tersebut,” ungkap Epriyanto.
Dari sisi keabsahan forum, ia memastikan bahwa syarat kuorum Musda telah terpenuhi. Dari total 26 kabupaten dan kota yang memiliki hak suara, jumlah peserta yang tetap berada di dalam forum hingga akhir sidang mencapai 14 pemilik suara.
Jumlah tersebut dinilai telah memenuhi ketentuan minimal dalam pengambilan keputusan organisasi. “Kuorum terpenuhi karena dari 26 pemilik hak suara, minimal setengah ditambah satu yaitu 14, dan itu hadir hingga akhir Musda,” jelasnya.
Selain memenuhi syarat kuorum, jalannya Musda juga dipantau oleh pihak eksternal organisasi. Dalam forum tersebut terdapat peninjau dari induk organisasi olahraga serta perwakilan pengurus pusat yang mengikuti jalannya sidang hingga selesai.
Epriyanto juga menyebut bahwa secara de facto hasil Musda tersebut telah diakui oleh pengurus pusat. Hal itu terlihat dari diterimanya rekomendasi yang dikeluarkan oleh pengurus daerah untuk kepentingan seleksi nasional atlet kategori U-18 yang akan mengikuti kejuaraan dunia.
“Di dalam surat seleksi nasional itu disebutkan bahwa atlet harus mendapatkan rekomendasi dari DPD masing-masing, dan atlet Jawa Barat diterima menggunakan rekomendasi yang kami keluarkan,” ujarnya.
Pengakuan secara de facto juga terlihat dari komunikasi organisasi di tingkat kabupaten dan kota. Beberapa daerah yang sebelumnya menyampaikan keberatan tetap mengajukan permohonan rekomendasi kepada pengurus daerah untuk kegiatan olahraga maupun pemanggilan atlet.
Menurut Epriyanto, hal tersebut menunjukkan bahwa secara organisasi hasil Musda tetap dijalankan. “Mereka tetap meminta rekomendasi kepada DPD, bahkan untuk kegiatan provinsi dan pemanggilan atlet. Itu artinya secara de facto mereka mengakui hasil Musda,” katanya.
Ke depan, ia berharap seluruh pengurus di 27 kabupaten dan kota dapat kembali fokus pada pembinaan olahraga bola basket di Jawa Barat. Menurutnya, kebersamaan dan soliditas organisasi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan prestasi olahraga di tingkat nasional.
Ia juga mengingatkan bahwa sejumlah agenda olahraga besar sudah menanti, mulai dari Pekan Olahraga Provinsi hingga Pekan Olahraga Nasional 2028. Oleh karena itu, seluruh pengurus diminta untuk mengesampingkan kepentingan pribadi demi kemajuan olahraga bola basket di daerah.
“Jangan sampai ada kepentingan personal yang justru merugikan organisasi. Fokus kita adalah meningkatkan prestasi bola basket Jawa Barat, apalagi di PON 2028 kita menargetkan dua medali emas,” tutur Epriyanto.