Gagal Antisipasi Set Piece, PSIM Harus Puas Berbagi Angka dengan Persijap
- 12 Mar 2026 11:02 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Jean Paul Van Gastel selaku Pelatih PSIM Yogyakarta tak mampu menyembunyikan kekecewaannya karena anak asuhnya gagal meraih kemenangan. Skor imbang 2-2 menjadi hasil akhir pertandingan pekan ke-25 yang berlangsung, Rabu, 12 Maret malam di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta.
“Kami memulai laga dengan kurang beruntung karena gagal mengantisipasi set piece lawan. Kami ketinggalan terlebih dahulu dan butuh beberapa waktu untuk kembali bangkit,” ujarnya.
Pelatih asal Belanda itu kecewa karena PSIM lebih banyak memiliki peluang emas, meski sempat tertinggal lebih dahulu lewat gol cepat Persijap pada menit awal babak pertandingan yang memanfaatkan set piece alias situasi bola mati dengan baik.
“Seharusnya kami bisa menang 3-1 setidaknya sebelum turun minum. Dan kalian lihat di babak kedua, meski medominasi kami lagi-lagi kebobolan lewat set piece. Bagi suporter netral laga ini enak ditonton karena intensitas tinggi. Bagi kami ini menjadi laga menarik seperti serangan jantung akibat gol cepat mereka, dan ada beberapa kesalahan yang kami buat membuat pertandingan lebih menarik,” kata Van Gastel.
Riyanto Abiyoso, gelandang sayap PSIM Yogyakarta juga mengakui, para pemain lengah dengan situasi set piece atau bola mati yang disusun tim tamu Persijap. Termasuk ketika Persijap mampu menyamakan keunggulan setelah tertinggal 2-1 oleh tuan rumah di babak pertama.
“Memang kami akui, PSIM kebobolan dua kali dari set piece, dan itu bukan hal yang baik bagi kami. Ini akan menjadi pelajaran berharga untuk pertandingan ke depannya,” ujar sayap kiri PSIM itu.
Sementara itu, pelatih Persijap Mario Lemos menekankan, Persijap beruntung dapat mengimbangi tekanan tuan rumah PSIM. Hasil imbang ini dinilai Mario Lemas cukup adil bagi kedua tim.
“Saya pikir ini laga yang sangat bagus. Saya rasa kami memulai dengan sangat baik dan mampu cepat membobol gawang lawan. Namun setelah itu, kami akui kami kehilangan control pertandingan, dan itulah mengapa saya memasukkan Umay dan Dicky, karena di kubu PSIM, Abiyoso bermain sangat baik, sehingga saya menempatkan Umay. Sedangkan Dicky memberi tim kami kreativitas tambahan,” ucapnya.
Borja Martinez membuka keunggulan Persijap lewat gol cepatv di menit ke-3 setelah kemelut di depan gawang PSIM. Riyanto Abiyoso kemudian mengkreasi peluang-peluang PSIM untuk bangkit melalui gol Eze Vidal pada menit 16 dan Ze Valente di menit 37.
Persijap berhasil menjebol gawang Cahya Supriadi melalui sepakan bebas yang dimanfaatkan Iker Guarrotxena pada menit ke-64. Persijap sebenarnya sempat mencetak gol di menit ke-80, namun dibatalkan wasit setelah meninjau tayangan VAR yang menunjukkan gol tersebut dibuat dalam posisi offside.
“Sebenarnya kami bisa saja menang 3-2 tapi ini laga yang berat dan saya rasa hasil 1 poin cukup bagi kami yang berjuang lolos degradasi,” ucap dia.