Jamu PSIM, Skuad Badai Pasifik Masih Menanti ‘Sihir’ Marian Mihail

  • 27 Feb 2026 14:54 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – PSBS Biak telah resmi menunjuk sosok Marian Mihail sebagai pelatih skuad Badai Pasifik hingga akhir musim Super League 2025/2026. Dalam dua partai perdana yang dilakoni, PSBS baru mengemas satu hasil imbang dan sekali menelan kekalahan.

Bagi pelatih asal Rumania itu, laga kandang perdana PSBS bagi dirinya akan menjadi pembuktian untuk meraih kemenangan atau 3 poin. PSBS Biak sangat membutuhkan kemenangan untuk segera menjauh dari zona degradasi, meski saat ini, klub tersebut bertengger di peringkat ke-15.

“Kita ambil sisi positif dari dua pertandingan kemarin, dan untuk sisi negatifnya, kami akan melakukan pembenahan, karena tim ini hendak membidik hasil positif di lagan anti (melawan PSIM, red),” katanya.

Laga kandang PSBS Biak versus PSIM Yogyakarta yang berlangsung Jumat, 27 Februari malam, akan disaksikan oleh Bupati Biak Numfor. Marian Mihail harus mampu menunjukkan sihirnya dalam memoles PSBS yang menjadi tim dengan kebobolan terbanyak sejauh ini.

Meski pada perjumpaan pertama di kandang PSIM, PSBS mampu menahan imbang tuan rumah 2-2, tapi Marian menyatakan, setiap laga di liga Indonesia tak bisa ditebak hasilnya.

“Setiap pertandingan di liga Indonesia tidaklah sama. Jadi meski kami menahan imbang 2-2, belum tentu kami bisa menang dengan mudah di kandang. Walaupun demikian, kami siap untuk membidik kemenangan,” ujar Marian.

Menghadapi PSIM Yogyakarta yang konsisten bermain dengan penguasaan bola tinggi, Marian Mihail menyatakan tak akan melakukan perubahan taktik yang drastis. PSBS akan memanfaatkan peluang yang didapat sebaik-baiknya untuk meraih kemenangan.

“Tentu tidak, kami tidak akan melakukan perubahan taktik yang besar. Saya pribadi tetap akan memberikan instruksi khusus bagi para pemain, tetapi itu tidak banyak. Ingat, karena kita saat ini masih menjadi tim yang paling banyak kebobolan di liga,” ucapnya.

Sementara itu bagi PSIM Yogyakarta, klub tersebut mengeluhkan karena hanya memiliki waktu bersiap kurang dari lima hari sebelum laga melawan PSBS Biak musim ini di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Bagi Jean Paul Van Gastel selaku pelatih PSIM, kondisi tersebut dinilainya tidak ideal.

PSIM bertandang ke markas PSBS, Jumat, 27 Februari malam, dengan harapan memutus tren tak pernah menang sejak putaran kedua Super League dimulai.

Ya waktunya memang pendek, dan kami sebenarnya butuh waktu untuk recovery yang cukup sebenarnya,” ujar Jean Paul Van Gastel pada sesi jumpa pers pra pertandingan, Kamis, 26 Februari malam.

Jeda pertandingan yang pendek akan menguras tenaga para pemain. Terlebih lagi, skuad Laskar Mataram baru saja melewati laga ketat yaitu hasil imbang 3-3 di kandang sendiri kala menjamu Bali United.

“Namun kami tetap bersiap di waktu yang pendek ini, dan nanti tentu bakal menjadi laga yang berat bagi kami,” kata dia.

Rekomendasi Berita