Pencak Silat Indonesia Ukir Sejarah di AYG Bahrain

  • 22 Okt 2025 14:12 WIB
  •  Wamena

KBRN, Bahrain: Kontingen muda Indonesia langsung mencetak sejarah pada ajang Asian Youth Games (AYG) 2025 di Manama, Bahrain.

Cabang olahraga pencak silat, yang untuk pertama kalinya resmi dipertandingkan dalam multi-event remaja Asia ini, sukses menyumbangkan medali emas perdana bagi Merah Putih melalui aksi memukau Furgon Habil Winata.

Pesilat muda asal Indonesia tersebut memastikan medali emas di nomor Boys’ Class D (51–55 kg) setelah menaklukkan atlet andalan tuan rumah, Qassim Abdulla (Bahrain), dalam laga final yang digelar pada Minggu (20/10/2025) di Exhibition World Bahrain.

Furgon Habbil tampil dominan dan menunjukkan teknik yang jauh lebih unggul, mengunci kemenangan telak dengan skor akhir 81-10. Kemenangan ini tidak hanya memastikan emas pertama Indonesia di AYG 2025, tetapi juga menandai momen bersejarah bagi pengakuan pencak silat di kancah olahraga Asia.

Sebanyak 14 negara turut ambil bagian dalam kompetisi perdana olahraga bela diri asal Indonesia ini, menegaskan langkah besar pencak silat menuju pentas dunia.

Keberhasilan cabang pencak silat dilengkapi dengan raihan medali perak dari sektor putri. Atlet muda, Qiken Dwi Tata Olifia, berhasil mengharumkan nama bangsa setelah mencapai partai puncak di kelas Girls’ 55 kg.

Dalam pertarungan sengit memperebutkan emas, Qiken harus mengakui keunggulan lawannya, Kram Airam Carpio dari Filipina. Meski demikian, medali perak yang dipersembahkan Qiken menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi besar di cabor warisan budaya ini.

Debut gemilang pencak silat di Asian Youth Games 2025 ini menjadi kabar baik sekaligus motivasi bagi atlet-atlet muda Indonesia lainnya yang berkompetisi di Manama, Bahrain. Kemenangan Furgon dan perak Qiken menegaskan dominasi Indonesia sebagai pusat pengembangan pencak silat dunia.

Rekomendasi Berita