Turnamen Futsal Tuli Perkuat Inklusi di Bojonegoro

  • 15 Jan 2026 16:09 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Bojonegoro - Komitmen memajukan olahraga futsal di kalangan penyandang disabilitas Tuli kembali diwujudkan melalui Turnamen Futsal Tuli Piala FOURFEO–BOJGRETULA 2026. Kegiatan ini menjadi ruang pengembangan bakat sekaligus ajang silaturahmi bagi pemuda Tuli dari wilayah Bojonegoro, Gresik, Tuban, dan Lamongan.

Ketua panitia, Moch. Maftukin, menjelaskan bahwa turnamen ini dilatarbelakangi oleh semangat memasyarakatkan olahraga futsal secara inklusif, khususnya bagi pemuda Tuli.

Futsal dipilih karena merupakan cabang olahraga yang digemari berbagai kalangan serta mampu menumbuhkan sportivitas, kebersamaan, dan kepercayaan diri.

“Setiap pemuda Tuli memiliki potensi dan kemampuan yang harus difasilitasi secara setara. Melalui olahraga, kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan pendengaran bukan hambatan untuk berprestasi dan berkontribusi positif,” ujar Moch. Maftukin, Kamis (15/1/2026).

Turnamen ini diselenggarakan secara rutin setiap tahun atas inisiatif pemuda-pemudi Tuli DPC GERKATIN Kabupaten Bojonegoro bersama Asosiasi Futsal Tuli Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2026 ini, turnamen digelar dengan format FOURFEO (Four Friendly), yakni pertandingan persahabatan yang mempertemukan empat klub futsal Tuli dari beberapa wilayah.

Sebanyak 48 atlet futsal Tuli ambil bagian dalam turnamen ini, yang terbagi dalam empat tim dari Kabupaten Lamongan, Tuban, Bojonegoro, dan Gresik. "Terima kasih atas dukungan dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) dan SanQua yang hadir dan pendukung kegiatan ini," tambahnya.

Pelaksanaan turnamen tahun ini bertepatan dengan peringatan Hari Tuli Nasional, sehingga tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga momentum penguatan solidaritas, persatuan, dan identitas komunitas Tuli. Konsep fun match yang diusung menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah mempererat inklusi sosial dan silaturahmi, bukan semata-mata mengejar prestasi kompetitif.

“Turnamen ini kami selenggarakan setiap tahun dengan tuan rumah yang bergantian. Tahun 2024 dilaksanakan di Lamongan, tahun 2026 ini Bojonegoro menjadi tuan rumah, dan tahun depan akan digelar di Tuban,” katanya.

Menurutnya, kegiatan ini meninggalkan pesan kuat tentang pentingnya kesetaraan, solidaritas, dan penyediaan ruang inklusif bagi penyandang disabilitas Tuli. Antusiasme peserta serta dukungan masyarakat menjadi bukti bahwa kegiatan inklusif mampu mempererat hubungan antara komunitas Tuli dan Dengar, sekaligus memperkuat eksistensi olahraga futsal Tuli di Jawa Timur.

“Kesan yang paling terasa adalah tumbuhnya semangat kebersamaan, sportivitas, dan rasa percaya diri di kalangan pemuda Tuli. Ini menjadi modal penting untuk terus berkembang di bidang olahraga dan organisasi,” katanya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita