Wasit Thoriq Alkatiri Diserang Oknum Suporter usai Laga Malut United vs PSM
- 07 Mar 2026 23:26 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Pertandingan pekan ke-25 BRI Super League antara Malut United dan PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha berakhir ricuh, Sabtu, 7 Maret 2026. Wasit berlisensi FIFA, Thoriq Munir Alkatiri, mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari sejumlah oknum suporter usai pertandingan yang berakhir imbang 3-3.
Insiden terjadi setelah laga selesai ketika wasit dan perangkat pertandingan berjalan menuju ruang transit. Sejumlah suporter yang kecewa terhadap keputusan wasit menerobos pagar hidup yang dibuat petugas steward, sehingga memicu situasi tidak kondusif di dalam stadion.
Ketegangan tidak hanya terjadi di area lapangan. Ruang transit yang seharusnya steril dari akses publik juga diterobos sejumlah orang yang melontarkan ancaman kepada perangkat pertandingan.
Situasi tersebut membuat aparat keamanan meningkatkan pengamanan. Personel TNI-Polri yang berjaga di luar stadion segera memperketat penjagaan untuk memastikan keselamatan wasit dan perangkat pertandingan setelah laga berakhir.
Ketegangan juga terlihat saat Kepala Bagian Operasi Polres Ternate, Mochtar Tenu, memimpin apel pengamanan usai pertandingan. Ia meluapkan kemarahannya kepada petugas steward yang dinilai tidak maksimal menjalankan tugas pengamanan di dalam stadion.
“Kita hadir di sini bukan untuk menyaksikan pertandingan. Kehadiran kita di sini untuk melaksanakan pengamanan, kalau tugas harus punya tanggung jawab,” kata Mochtar, saat memberikan arahan kepada anggota.
Mochtar menambahkan, pihaknya menerima laporan adanya ancaman terhadap perangkat pertandingan saat berada di ruang transit. Ia menegaskan para steward harus memahami secara jelas tugas pengamanan di dalam stadion dan tidak boleh menganggap remeh tanggung jawab tersebut.
“Kalian harus tahu persis tugas kalian saat di dalam stadion, jangan main-main,” ujarnya dengan nada tegas di hadapan petugas pengamanan.
Berdasarkan pantauan di luar stadion, perangkat pertandingan akhirnya berhasil meninggalkan lokasi pertandingan dengan pengawalan ketat aparat keamanan. Mereka kemudian kembali ke hotel tempat menginap dengan pengamanan berlapis.
Hingga berita ini dipublikasikan, panitia pertandingan dari Malut United belum memberikan keterangan resmi terkait insiden yang menimpa perangkat pertandingan di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate.