Mengenal Olahraga Boccia Bagi Cerebral Palsy
- 02 Jan 2026 07:53 WIB
- Tarakan
KBRN, Tarakan: Boccia adalah olahraga bola presisi untuk atlet dengan disabilitas fisik berat, terutama Cerebral Palsy, yang melibatkan pelemparan bola berwarna (merah/biru) sedekat mungkin ke bola target putih (jack).
Olahraga ini mengandalkan strategi, akurasi, dan konsentrasi tinggi, serta dimainkan secara individu, berpasangan, atau beregu di permukaan datar. Boccia adalah olahraga Paralimpiade unik yang berfokus pada kontrol otot dan keterampilan mental, mirip dengan curling atau bowling.
Cara Bermain
- Tujuan: Mendekatkan bola merah dan biru ke bola putih (jack) untuk mendapatkan poin.
- Bola: Ada 6 bola merah, 6 bola biru, dan 1 bola putih (jack).
- Pemain: Bisa individu (6 bola), berpasangan (3 bola per orang), atau beregu (2-3 orang, 2 bola per orang).
- Langkah:
- Satu tim melempar bola jack putih sebagai titik acuan.
- Pemain bergantian melempar bola berwarna (merah/biru) sedekat mungkin ke jack.
- Jika tim lawan belum bisa melempar lebih dekat, mereka terus melempar hingga berhasil atau kehabisan bola.
- Skor diberikan untuk setiap bola yang lebih dekat ke jack daripada bola lawan terdekatnya.
Olahraga Boccia Berakar dari permainan kuno di Italia dan Yunani (Bocce), dan diperkenalkan di Paralimpiade 1984.
Olahraga ini Membutuhkan kontrol otot halus, strategi, dan konsentrasi mental yang tinggi.
Lapangan boccia merupakan Permukaan datar, halus (mirip bowling), dengan area khusus untuk pelempar kursi roda.
Olahraga boccia Memiliki kelas berdasarkan tingkat disabilitas atlet (misalnya BC1, BC2, BC3, BC4) untuk memastikan kompetisi yang adil.
Boccia adalah olahraga yang inklusif, memungkinkan atlet dengan berbagai disabilitas fisik untuk bersaing secara setara, melatih kemampuan motorik, dan menunjukkan keterampilan strategi mereka. (Gode Permana)