KONI Tanjungpinang Gunakan Sports Science dalam Pembinaan Atlet
- 23 Feb 2026 08:18 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, TANJUNGPINANG – Pendekatan sports science atau ilmu keolahragaan menjadi fondasi utama dalam pembinaan prestasi atlet menuju Porprov 2026. Metode ilmiah dinilai penting agar peningkatan performa tidak bersifat instan, melainkan terukur dan berkelanjutan.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tanjungpinang, Abdul Halim, menegaskan pembinaan berbasis sports science telah disosialisasikan kepada seluruh pengurus cabang olahraga sejak 2024. Pendekatan ini menekankan pentingnya perencanaan program latihan yang sistematis dan terstruktur sesuai periodisasi.
“Untuk mendapatkan prestasi itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, harus melalui proses yang terukur dengan pendekatan sports science,” kata Abdul Halim, Senin, 23 Februari 2026.
Menurutnya, setiap cabang olahraga wajib menyusun program umum dan khusus bagi atletnya dengan mengacu pada kalender event. Program tersebut mencakup tahapan latihan, seperti, peningkatan daya tahan, kekuatan, hingga kecepatan dalam siklus waktu tertentu.
“Mereka harus tahu dua bulan pertama fokus apa, dua bulan kedua apa, sehingga hasilnya bisa dievaluasi secara objektif,” ucapnya.
Porprov 2026 yang direncanakan berlangsung sekitar bulan November akan menjadi alat ukur efektivitas pembinaan olahraga. Evaluasi tidak hanya dilakukan saat pertandingan, tetapi sejak penyusunan dan pelaksanaan program latihan berjalan.
“Bahan evaluasi itu dimulai dari awal program yang dibuat, bukan hanya dari hasil akhir pertandingan,” tuturnya.
Ia menambahkan, sinergi antara KONI, Dinas Kepemudaan dan Olahraga, serta pemerintah daerah menjadi faktor pendukung keberhasilan pendekatan ilmiah tersebut. Selain dukungan kebijakan, keterlibatan BUMN dan OPD juga diharapkan mampu menjamin keberlangsungan pembinaan cabang olahraga unggulan.
“Kalau ingin sukses peroleh prestasi, maka prosesnya harus dijaga bersama dan didukung secara konsisten,” katanya, mengakhiri.