Jalan Prestasi: DOD Tanjungpinang Jamin Atlet Berdaya Saing
- 30 Okt 2025 14:37 WIB
- Tanjungpinang
KBRN, Tanjungpinang: Kota Tanjungpinang menjadi sorotan di tingkat nasional karena menjadi satu-satunya daerah di Kepulauan Riau yang bergerak cepat menyusun Dokumen Olahraga Daerah (DOD). Hal itu disampaikan Kabid Pemuda dan Olahraga Dispora Tanjungpinang, Murdani Hadinata.
Saat dikonfirmasi RRI, Murdani Hadinata, menerangkan DOD merupakan turunan langsung dari Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) 2021-2045. Adapun tujuannya untuk menyinkronkan kebijakan keolahragaan daerah dengan target prestasi nasional, termasuk perolehan medali di ajang Olimpiade.
“Tanjungpinang menjadi sorotan nasional, karena di Kepri baru kita yang menyusun ini,” kata Murdani Hadinata, Kamis (30/10/2025).
DOD Kota Tanjungpinang dirancang sebagai acuan arah kebijakan keolahragaan untuk periode 2021 hingga 2045, dengan evaluasi setiap lima tahun. Murdani mengatakan dokumen ini harus berpedoman pada DBON, yang telah menetapkan 14 cabang olahraga unggulan ditambah 3 olahraga pilihan.
“Olahraga pilihan itu misalnya sepak bola, bola voli, dan basket sebagai fokus utama pembinaan atlet berprestasi,” ujarnya.
Murdani pun menegaskan inti dari DOD adalah memastikan bahwa upaya pembinaan atlet di daerah selaras dengan kebutuhan atlet nasional. Contohnya, jika pusat membutuhkan atlet Wushu untuk Olimpiade, maka pemerintah dapat merujuk daerah mana saja yang memiliki Wushu sebagai cabang olahraga unggulan dalam DOD mereka.
“DOD ini memastikan pembinaan atlet yang selaras dengan kebutuhan atlet nasional,” tuturnya.
Saat ini, penyusunan DOD Tanjungpinang telah memasuki tahap finalisasi di tim akademisi dan ditargetkan selesai pada awal Desember. Langkah proaktif ini mendapat apresiasi langsung dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), bahkan Kemenpora memberikan asistensi khusus dalam penyusunannya.
“Kalau saat ini tinggal tahap finalisasi di tim akademisi,”ucapnya.
Kepala daerah di kabupaten/kota lain, termasuk provinsi Kepulauan Riau, dilaporkan belum merampungkan DOD mereka. Hal ini menjadikan inisiatif Tanjungpinang sebagai pelopor yang patut dicontoh.
Penyusunan DOD ini dilatarbelakangi oleh kesadaran akan pentingnya memiliki peta jalan yang terukur dan terencana dalam membangun ekosistem olahraga yang modern dan berdaya saing. Melalui DOD, diharapkan potensi atlet di Tanjungpinang dapat dibina secara terarah dan terintegrasi dengan program pelatihan nasional (Pelatnas).
“Penyusunan DOD ini dilatarbelakangi akan kesadaran pentingnya membangun ekosistem olahraga berdaya saing,” katanya.