PSSI Sulut: Keterbatasan Anggaran Pembiayaan Sepak Bola

  • 27 Sep 2025 22:46 WIB
  •  Talaud

KBRN, Manado : Wakil Ketua Asprov PSSI Sulawesi Utara, Hengky Kawalo mengatakan bahwa keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam pembiayaan kompetisi sepak bola di daerah. Menurutnya, hal ini berkaitan langsung dengan amanat undang-undang.

"Kami harus bicara ini karena menyangkut amanat undang-undang nomor 11 tahun 2022 yang menggantikan undang-undang nomor 3 tahun 2005. Dalam postur APBD maupun APBN ada urusan wajib seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, keamanan, dan ada juga urusan tambahan. Nah olahraga termasuk di urusan tambahan," ucapnya (26/9/2025).

Hengky menjelaskan, olahraga kerap diprioritaskan setelah kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Namun ia menilai sepak bola tetap layak mendapat perhatian karena lewat olahraga ini bendera merah putih bisa berkibar di pentas dunia.

Ia mengungkapkan, biaya pelaksanaan kompetisi di tingkat Asprov cukup besar.

"Untuk kompetisi kelompok umur, apresiasi dari PSSI hanya sekitar 50 juta. Sementara biaya perangkat pertandingan saja, mulai dari wasit, asisten wasit, pengawas pertandingan hingga medis, bisa mencapai lebih dari 300 juta," katanya.

Karena itu, lanjut Hengky, dukungan pemerintah daerah sangat dibutuhkan.

"Kita perlu orang-orang di pemerintahan yang peduli dengan sepak bola dan olahraga lain, supaya anggaran bisa turun lewat dinas olahraga. Tapi tentu disesuaikan dengan keterbatasan anggaran dan aturan yang berlaku," ujarnya.

Meski demikian, ia menyambut positif perhatian pemerintah daerah.

"Dalam Musyawarah Koni Sulawesi Utara, Gubernur Julius Silvanus sudah menyampaikan akan memberi perhatian khusus kepada cabang olahraga termasuk sepak bola. Ini langkah besar, dan saya yakin komunikasi antara PSSI dengan pemerintah Sulut akan terus berjalan baik untuk memajukan sepak bola daerah," katanya mengakhiri.

Rekomendasi Berita