Penyebab Rem Tromol Pada Sepeda Motor Tidak Pakem
- 15 Jan 2025 09:23 WIB
- Talaud
KBRN, Talaud : Banyak sepeda motor yang menggunakan rem tromol untuk proses pengereman, baik di roda depan maupun belakang. Namun, seperti halnya jenis rem lainnya, rem tromol juga dapat mengalami masalah, seperti kurang berfungsi dengan baik atau bahkan mengalami malfungsi. Kerusakan ini bisa disebabkan oleh kurangnya perawatan atau faktor lainnya, dan rem tromol yang tidak berfungsi dapat membahayakan pengendara serta pengguna jalan lainnya.
Rem tromol adalah sistem pengereman yang memanfaatkan dua kampas berbentuk setengah lingkaran yang bergerak menekan sisi dalam tromol, menciptakan gesekan saat pengereman. Berbeda dengan rem cakram yang terbuka, desain rem tromol bersifat tertutup.
Lantas, apa saja penyebab rem tromol tidak berfungsi dengan baik? Salah satu pencegahan yang terbaik adalah melakukan perawatan rutin, yang memungkinkan deteksi dini terhadap gejala rem yang tidak pakem. Dengan demikian, pengendara dapat menghindari situasi di mana rem tromol motor tidak berfungsi saat dibutuhkan.
Dilansir dari Deltalube, salah satu penyebab rem tromol tidak pakem adalah kampas rem yang sudah aus, baik akibat penggunaan yang tidak tepat atau karena faktor usia. Ketika merasakan rem tromol tidak berfungsi dengan baik, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memeriksa kondisi kampas rem. Jika kampas rem sudah aus, penggantian harus dilakukan. Sebaiknya, gunakan kampas rem orisinal yang telah teruji kualitasnya oleh pabrikan motor.
Namun, jika kampas rem masih dalam kondisi baik, ada kemungkinan masalah bukan terletak pada keausan, melainkan pada permukaan kampas yang mengeras. Permukaan yang keras dapat menyebabkan pengurangan gesekan saat bersentuhan dengan dinding tromol. Dalam situasi ini, ampelas kampas rem agar permukaannya menjadi lebih kasar, dan bersihkan dari serpihan.
Penyebab lain dari rem tromol yang tidak berfungsi dengan baik adalah akumulasi kotoran, baik di permukaan kampas maupun di dalam tromol. Terkadang, oli juga dapat menyusup di antara dua komponen tersebut, biasanya berasal dari seal oli mesin atau transmisi yang bocor. Oleh karena itu, penting untuk membersihkan permukaan kampas rem dan tromol agar keduanya dapat berfungsi dengan optimal tanpa adanya penghalang.
Kondisi pegas rem (per spiral) juga perlu diperiksa. Jika pegas dalam keadaan kendur atau aus, kemampuannya untuk menarik kembali sepatu rem akan menurun. Hal ini dapat menyebabkan kampas rem terus menerus bersentuhan dengan tromol, menghasilkan panas berlebihan, dan akibatnya rem tromol menjadi tidak pakem. Gantilah pegas rem jika sudah tidak berfungsi dengan baik.
Perlu diingat bahwa kampas rem akan aus seiring waktu akibat penggunaan. Selain itu, jangan lupakan penyetel tuas tromol. Saat tuas rem ditekan, kabel akan menarik tuas tromol dan menggerakkan sepatu rem. Umumnya, penyetelan rem tromol dapat dilakukan dengan memutar baut ke arah kanan atau maju.
Jangan lupa memeriksa kabel rem apakah mengalami kekakuan atau keausan yang dapat mengakibatkan kabel macet saat tuas rem ditarik. Melumasi kabel dapat membantu mengembalikan kelancaran pergerakannya dan mencegah karat. Namun, jika kabel sudah terlihat melar, sebaiknya ganti dengan yang baru agar fungsinya dalam menarik tuas tromol tetap maksimal.