Tradisi Puluran di Magetan, Jawa Timur

  • 12 Mar 2026 12:45 WIB
  •  Takengon
Video

RRI.CO.ID, Takengon: Bulan Ramadan selalu menghadirkan suasana penuh kebersamaan dan tradisi unik di berbagai daerah. Di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, terdapat sebuah tradisi yang masih terjaga hingga kini, dikenal dengan nama Puluran.

Idhokus Samsiah, S.Pd.I., M.Pd., seorang guru Al-Qur’an dan Hadits di Magetan, saat berbagi kisah di Pro1 RRI Takengon, menjelaskan bahwa Puluran adalah tradisi menyediakan atau membagikan makanan kepada jamaah setelah shalat tarawih di masjid maupun mushola.

Tradisi ini menghadirkan beragam sajian, mulai dari makanan kecil, lontong, hingga pengalaman unik di mana pedagang bakso diminta datang ke masjid. Jamaah tarawih yang ingin menikmati hidangan bisa langsung memesan di tempat ibadah, sehingga suasana Ramadan terasa semakin hangat dan meriah.

Menurut Idhokus, dahulu Puluran belum tertata dengan baik. Kadang makanan yang dibagikan berlebihan di satu malam, sementara di malam lain tidak ada sama sekali. Namun kini, tradisi tersebut semakin tertib berkat adanya jadwal bergilir bagi setiap kepala keluarga. Dengan sistem ini, pembagian makanan menjadi lebih teratur dan semua jamaah bisa merasakan kebersamaan tanpa berlebihan.

Puluran bukan sekadar berbagi makanan, tetapi juga menjadi simbol solidaritas dan gotong royong masyarakat Magetan dalam bulan Ramadan. Tradisi ini memperkuat ikatan sosial, menghadirkan rasa syukur, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di bulan penuh berkah.

Rekomendasi Berita