Menpora Kagum Atas Fasilitas Pusat Pelatihan Paralimpiade di Delingan
- 14 Feb 2026 18:08 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, merasa kagum atas berbagai fasilitas olahraga yang tersedia di Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI) yang berlokasi di Delingan, Kabupaten Karanganyar.
Dalam kunjungan singkatnya pada hari Sabtu 14 Februari 2026 siang, Menpora yang disambut Ketua Umum National Paralympic Committee Indonesia (NPC) Indonesia Senny Marbun beserta jajaranya meninjau deretan venue olahraga yang telah tersedia di atas lahan seluas 80.262 meter persegi tersebut.
Total ada sembilan arena olahraga yang sudah terselesaikan pada pembangunan tahap pertama, yakni sepak bola cerebral palsy, para atletik, para renang, para menembak, boccia, para tenis meja, para angkat berat, para bulu tangkis dan para judo, serta laboratorium sport science.
PPPI Delingan juga memiliki wisma atlet yang terdiri atas 138 kamar untuk 280 orang dan dilengkapi dining hall yang mampu menampung 400 orang. Erick Thohir pun merasa terkesan dengan fasilitas yang disediakan untuk atlet disabilitas Indonesia.
"Sekarang saya menyaksikan sendiri, ini fasilitas yang luar biasa. Tadi saya dengar ini adalah yang terbaik dan pertama di Asia Tenggara. Artinya, dengan kerja keras NPC Indonesia, para ofisial, pelatih dan atlet, pemerintah membuktikan hadir. Pemerintah tentu tidak membedakan yang namanya dukungan fasilitas terhadap seluruh kegiatan NPC," kata Menpora Erick Thohir saat memberikan keteranganya persnya..

Lebih lanjut, Menpora sudah melakukan komunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, atas instruksi Presiden Prabowo Subianto, berkaitan dengan pembangunan tahap kedua dan pihaknya berharap seluruh proyeksi yang telah dirancang di PPPI bisa terselesaikan.
"Tahap satu sudah berjalan dengan baik. Untuk tahap kedua akan coba kita pikirkan untuk bagaimana bisa diselesaikan agar fasilitas ini terlengkapi," kata dia.
Tak ketinggalan adalah rancangan perawatan PPPI untuk jangka panjang agar kualitasnya tetap terjaga. Erick Thohir tidak ingin fasilitas PPPI menurun setelah seluruh proyeknya rampung. Makanya, perlu dilakukan terobosan berkaitan dengan mekanisme administrasi, termasuk kemungkinan bekerja sama dengan pihak swasta.
"Insya Allah dari Kemenpora juga akan bantu untuk biaya perawatan dengan sistem hibah. Semoga ini nanti bisa berjalan dan aset yang terbaik dan pertama di Asia Tenggara bisa terus menjadi yang terbaik," ujarnya.
Sementara itu Senny Marbun selaku ketua umum NPC Indonesia mengatakan keberadaan PPPI menjadi sebuah kebanggaan dan bentuk apresiasi yang luar biasa dari pemerintah.
"Kita bangga melihat fasilitas yang ada di PPPI Delingan. Inilah sumbangsih dari negara untuk Paralympic Indonesia. Mudah-mudahan kedepan kita semakin maju dan bisa mengharumkan nama bangsa dan negara. Tentunya kita juga berterimakasih kepada bapak Menpora yang sudah hadir di tengah-tengah kita, memberikan motivasi yang luar biasa, untuk kita berjuang di pentas internasional," ujar Senny Marbun.
NPC Indonesia bersama Kemenpora kini sedang fokus penuh untuk mengejar prestasi di Asian Para Games (APG) 2026 di Nagoya Jepang. Ajang empat tahunan yang akan berlangsung di Nagoya, Jepang, 18-24 Oktober 2026, menjadi lanjutan tongkat estafet setelah keberhasilan meraih 135 emas, 143 perak dan 114 perunggu di ASEAN Para Games 2025 Thailand.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) NPC Indonesia, Rima Ferdianto, mengatakan ada 150 atlet gabungan dari pelatihan nasional (Pelatnas) dan Sentra Khusus Olahraga Disabilitas Indonesia (SKODI) yang dikirimkan secara rutin untuk mengejar poin ranking melalui single event.
"Kita mengirimkan hampir 150 atlet gabungan Pelatnas dan SKODI untuk mengikuti kualifikasi, mencari poin ranking maupun poin partisipasi agar bisa meloloskan sebanyak mungkin atlet ke Nagoya. Kita harapkan minimal ada 120 atlet yang bisa lolos," ungkap Rima Ferdianto.
Namun begitu, Rima menjabarkan tantangan berat yang akan dihadapi Indonesia di Asian Para Games 2026. Para catur yang berhasil menyumbangkan 10 emas, 7 perak dan 8 perunggu pada edisi 2022 di Hangzhou, China, tidak akan dipertandingkan di Nagoya.
Padahal, keberhasilan tim para catur memborong medali di Hangzhou membuat Indonesia berhasil mengunci posisi lima besar perolehan medali di Asian Para Games 2022 dengan koleksi 29 emas, 30 perak dan 36 perunggu.
"Untuk target sekarang, kita realistis (target) di sepuluh besar karena ada satu cabor (para catur) andalan yang mendapat sepuluh emas tetapi sekarang tidak dipertandingkan. Jadi, kita akan berusaha untuk masuk sepuluh besar," ucap Rima. (Edwi)