Mamak: Wajar, Iran Mundur dari Piala Dunia
- 12 Mar 2026 20:53 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Pelatih sepak bola nasional, Muhammad Zein Al Haddad, menilai Iran mundur dari ajang Piala Dunia FIFA 2026 merupakan keputusan yang dapat dipahami. Menurutnya, faktor keselamatan pemain menjadi pertimbangan penting di tengah situasi konflik yang terjadi.
Ia mengatakan keputusan tersebut kemungkinan telah dipertimbangkan secara matang oleh pihak Iran. Keselamatan para pemain, kata dia, tetap harus menjadi prioritas utama.
“Kalau Iran mengundurkan diri dari Piala Dunia 2026, saya rasa itu sudah dipikirkan secara matang. Keselamatan pemain juga dipertaruhkan,” kata Mamak, panggilan akrab Muhammad Zein Al Haddad, Kamis, 12 Maret 2026.
Menurutnya, keputusan itu juga dinilai wajar karena turnamen digelar di Amerika Serikat yang memiliki dinamika geopolitik tertentu dengan Iran. Meski demikian, ia berharap situasi dapat membaik sebelum turnamen berlangsung.
“Masih ada waktu sebelum Piala Dunia dimulai. Kita berharap dalam waktu dekat perang bisa berakhir,” ujarnya.
Mamak juga berharap Iran tetap dapat berpartisipasi dalam turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia tersebut. Ia menilai kehadiran Iran akan menambah daya saing kompetisi.
Piala Dunia FIFA 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Turnamen ini akan digelar di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Pada edisi kali ini, Piala Dunia akan menggunakan format baru dengan 48 tim peserta. Sistem tersebut membuat jumlah pertandingan dan persaingan menjadi lebih besar.
Dalam undian fase grup, Iran tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Grup ini diprediksi menghadirkan persaingan ketat sejak fase awal turnamen.