PSSI Buka Peluang Perpanjang Larangan Suporter Tamu Musim Mendatang

  • 10 Mar 2026 09:52 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Sejumlah kejadian keributan dalam stadion yang masih terjadi antar suporter, tetap menjadi perhatian dari PSSI. Larangan kehadiran suporter tamu saat laga yang tetap dilanggar oleh sejumlah pendukung tim beberapa kali membuat keributan.

Anggota Komite Eksekutif Arya Sinulingga mengungkapkan bahwa kebijakan larangan kehadiran suporter tim tamu di stadion kemungkinan masih akan dilanjutkan pada kompetisi musim depan. Kebijakan ini diambil sebagai langkah menjaga keamanan pada saat pertandingan serta mendorong kedisiplinan suporter sepak bola di Indonesia.

Arya menjelaskan federasi tidak ingin terus disalahkan apabila kebijakan pertandingan tanpa suporter atau larangan suporter tamu tetap diterapkan. Ia menilai sejumlah insiden yang masih terjadi di stadion menunjukkan bahwa sebagian suporter belum mampu menjaga ketertiban saat pertandingan berlangsung.

“Kalau perilaku suporter tetap seperti ini terus menerus, jangan salahkan federasi lagi ketika larangan tanpa suporter itu diterapkan. Karena kita tidak bisa disiplin dan menunjukkan bahwa kita mampu. Malu kita setiap pertandingan lempar-lempar, kursi dibongkar,” Kata Arya, Selasa 10 Maret 2026.

Ia menambahkan tindakan yang dilakukan suporter seperti pelemparan benda ke lapangan hingga perusakan fasilitas stadion menjadi catatan serius bagi federasi. PSSI akan melakukan review sebelum nantinya memutuskan apakah akan tetap mempertahankan kebijakan larangan suporter tamu musim mendatang.

Arya juga mengajak seluruh komunitas suporter untuk bersama-sama memperbaiki budaya menonton sepak bola agar pertandingan dapat berlangsung aman dan nyaman bagi semua pihak. Pihaknya berharap dengan adanya evaluasi berkelanjutan serta kerja sama dari klub dan suporter, ke depan sepak bola nasional dapat menghadirkan atmosfer pertandingan yang lebih tertib sehingga kebijakan pembatasan suporter dapat ditinjau kembali.

Komite disiplin juga beberapa kali menjatuhkan sanksi baik kepada panpel tuan rumah maupun tim tamu yang melanggar aturan tersebut. Namun aksi sejumlah oknum suporter yang belum bisa disiplin, membuat federasi sepak bola Indonesia masih akan mempertimbangkan pencabutan larangan tersebut.

Rekomendasi Berita