PSSI Resmi Tunjuk Amatus Turot Jadi Ketua Panitia Liga 4 Regional PBD
- 03 Mar 2026 10:59 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong – Langkah nyata pengembangan sepak bola di Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua Barat Daya terus dipacu. Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Asprov PSSI Papua Barat Daya, Mayjend TNI (Purn) Rudi Yulianto, secara resmi menunjuk Dr. Amatus Turot sebagai Ketua Panitia Pelaksana Liga 4 Regional Papua Barat Daya.
Penyerahan mandat ini dilakukan melalui Sekretaris Asprov PSSI Papua Barat Daya, Dave Thio, yang bertemu langsung dengan jajaran panitia di Sorong.
Dalam pertemuan tersebut, Dave Thio menegaskan bahwa dengan terbitnya surat penunjukan resmi ini, seluruh tanggung jawab teknis dan operasional pelaksanaan kompetisi kini berada di tangan panitia pelaksana.
"Dengan adanya surat penunjukan ini, maka sepenuhnya pelaksanaan Liga 4 Regional Papua Barat Daya kami serahkan kepada panitia. Kami percaya tim yang dibentuk mampu menjalankan amanah ini dengan profesional,"ucapnya.
Merespons kepercayaan tersebut, Ketua Panitia Pelaksana, Amatus Turot, menyatakan pihaknya langsung bergerak cepat ("tancap gas") melakukan koordinasi dan mencari dukungan dari berbagai pihak. Langkah ini diambil mengingat mepetnya waktu persiapan menuju putaran nasional.
"Kami tidak punya banyak waktu. Liga 4 tingkat nasional dijadwalkan akan bergulir pada akhir April mendatang. Oleh karena itu, kami menargetkan Kick-Off Liga 4 Regional Papua Barat Daya akan dilaksanakan pada 21 Maret mendatang," tegasnya.
Selain mengejar sukses penyelenggaraan, Amatus berharap kompetisi ini menjadi kawah candradimuka bagi talenta muda di Papua Barat Daya. Ia menginginkan agar Liga 4 bukan sekadar turnamen seremonial, melainkan jembatan bagi pemain lokal menuju kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Untuk itu diharapkan dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat dan pemangku kepentingan di Papua Barat Daya.
"Harapan kita semua, ajang ini melahirkan pemain-pemain hebat yang nantinya bisa berkancah di level nasional. Papua Barat Daya punya potensi besar, tinggal bagaimana kita mengelolanya melalui kompetisi yang sehat," pungkasnya.