Rakerkab KONI Buleleng, Matangkan Program 2026 dan Porprov 2027
- 07 Mar 2026 12:42 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buleleng menggelar Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) 2026 di Lovina Haven Boutique Resort, Sabtu 7 Maret 2026. Rakerkab tersebut membahas program kerja KONI Buleleng tahun 2026 sekaligus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Bali 2027.
Dalam Rakerkab ini sejumlah agenda dibahas, di antaranya penyampaian rancangan program kerja dan anggaran KONI Buleleng tahun 2026, pandangan umum peserta Rakerkab, serta persetujuan dan pengesahan program kerja dan anggaran tahun 2026.
Dalam sambutannya, Ketua Umum KONI Buleleng, Gede Supriatna, mengatakan Rakerkab menjadi momentum penting untuk menyusun program kerja yang realistis serta berorientasi pada peningkatan prestasi olahraga Buleleng.
“Melalui rapat kerja ini saya berharap seluruh jajaran KONI dan cabang olahraga dapat menyusun program kerja yang realistis, fokus pada peningkatan prestasi serta selaras dengan visi besar kita menyongsong Porprov Bali tahun 2027,” ujarnya.
Menurutnya, Kabupaten Buleleng menghadapi tantangan sekaligus peluang besar karena ditunjuk sebagai tuan rumah Porprov Bali 2027. Oleh karena itu, persiapan harus dilakukan sejak dini, baik dari sisi pembinaan atlet maupun kesiapan sarana prasarana olahraga.
Supriatna menambahkan Pemerintah Kabupaten Buleleng bersama KONI akan melakukan pemetaan terhadap kondisi venue olahraga yang akan digunakan pada Porprov Bali 2027. Revitalisasi dan perbaikan fasilitas olahraga akan dilakukan secara bertahap mulai tahun anggaran 2026 hingga 2027.
“Kita ingin Porprov Bali 2027 di Buleleng menjadi ajang yang sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, dan juga sukses administrasi,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Bali, I Gusti Ngurah Oka Darmawan, menilai Rakerkab menjadi forum strategis untuk menyusun langkah pembinaan olahraga ke depan. Ia menekankan pentingnya membahas berbagai hal strategis, termasuk potensi atlet dan peluang perolehan medali pada ajang olahraga mendatang.
“Raker ini jangan dianggap hal yang biasa. Ada hal-hal strategis yang harus dibahas, termasuk memetakan potensi atlet dan peluang prestasi di masa mendatang,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa prestasi olahraga tidak hanya diukur dari perolehan medali, tetapi juga dari pembentukan karakter serta meningkatnya minat masyarakat untuk berolahraga.
Pihaknya berharap melalui Rakerkab ini dapat lahir berbagai program pembinaan yang terarah dan mampu meningkatkan prestasi atlet Buleleng pada ajang olahraga di tingkat provinsi maupun nasional.