Ketua BaPSPI Dorong Pembinaan Sepak Bola Usia Dini

  • 12 Jan 2026 16:06 WIB
  •  Serui

KBRN, Serui: Ketua Badan Pembinaan Sepak Bola Prestasi Indonesia (BaPSPI) Provinsi Papua menegaskan pentingnya peran semua pihak dalam membina dan mendorong generasi muda Papua mencintai sepak bola sejak usia dini. Hal tersebut disampaikan dalam sambutan resmi Ketua BaPSPI Provinsi Papua yang dibacakan oleh Sekretaris BaPSPI Provinsi Papua Frits Beenadus Moai SE , pada acara Pelepasan Atlet Football Smart Intelligence (FSI) Kabupaten Kepulauan Yapen yang akan berlaga di Jakarta.

Dalam sambutannya, Ketua BaPSPI Provinsi Papua mengajak seluruh elemen masyarakat—orang tua, pemerintah daerah, sponsor, pelatih, dan stakeholder olahraga untuk bergandeng tangan membangun sepak bola Papua secara berjenjang dan berkelanjutan.

“Sepak bola adalah olahraga kebanggaan masyarakat Papua. Kita perlu mendorong anak-anak sejak usia dini agar mencintai olahraga ini, sehingga mereka tumbuh sehat, disiplin, dan terhindar dari pengaruh negatif seperti miras, narkoba, dan pergaulan bebas,” ujar Ketua BaPSPI Papua dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris BaPSPI Provinsi Papua.

Ketua BaPSPI Papua juga memberikan penekanan khusus kepada para orang tua agar terus memberi motivasi dan dukungan penuh kepada anak-anak mereka yang menekuni sepak bola. Menurutnya, pembinaan usia dini merupakan fondasi utama dalam melahirkan atlet-atlet berprestasi di masa depan.

Selain itu, Ketua BaPSPI Papua mengajak kepala daerah dan para sponsor di Kabupaten Kepulauan Yapen untuk bersama-sama memperhatikan pembinaan atlet usia dini agar kelak mampu mengangkat kembali kejayaan klub kebanggaan daerah seperti Perseru dan Persewar, serta membawa harum nama Kabupaten Kepulauan Yapen di tingkat nasional.

Dalam sambutannya juga disampaikan bahwa kehadiran Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional menjadi momentum penting untuk mempercepat pembangunan sepak bola di Papua, dari tingkat usia dini hingga dewasa.

Ketua BaPSPI Provinsi Papua menjelaskan bahwa BaPSPI Papua baru terbentuk pada 19 Agustus 2023 di Jayapura. Meski dalam perjalanannya masih menghadapi berbagai keterbatasan akibat dinamika pemerintahan dan masa transisi kepemimpinan, ke depan BaPSPI optimistis dapat bekerja lebih maksimal seiring hadirnya Gubernur Papua yang definitif.

“Tanggung jawab pembinaan sepak bola bukan hanya di pundak BaPSPI, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Anak-anak harus berani bermimpi dan kita wajib menyiapkan jalannya,” tegasnya.

Pesan khusus juga disampaikan kepada para atlet muda yang akan berlaga di Jakarta agar menjaga disiplin, stamina, dan sikap hidup teratur. Ketua BaPSPI Papua menegaskan bahwa dukungan pemerintah, sponsor, dan orang tua hanyalah jembatan, sementara keberhasilan sejati ditentukan oleh disiplin dan kerja keras para atlet sendiri.

“Jangan hanya Boaz Solossa yang hebat. Dari Yapen akan lahir Boaz-Boaz baru,” ujarnya penuh semangat.

Kepada atlet FSI yang akan bertanding pada 18–30 Januari 2026 dengan peserta dari dalam dan luar negeri seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand, Ketua BaPSPI Papua berpesan agar menjaga sportivitas, menjunjung tinggi nama daerah, dan menunjukkan bahwa anak-anak Papua mampu bersaing di level internasional.

Ke depan, BaPSPI Provinsi Papua juga berkomitmen memantau atlet-atlet berprestasi di delapan kabupaten dan satu kota untuk didorong mengikuti studi banding dan magang sepak bola, termasuk ke sekolah sepak bola di Eropa. Selain itu, pada tahun 2026 BaPSPI akan melakukan konsolidasi organisasi, menyelenggarakan turnamen usia dini antar kabupaten/kota, serta pelatihan pelatih dan wasit berlisensi.

Menutup sambutannya, Ketua BaPSPI Provinsi Papua menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara pelepasan atlet FSI.

“Selamat bertanding, junjung tinggi sportivitas, dan bawa pulang kebanggaan untuk Papua,” pungkasnya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita