Isu Demo ke-KONI Kubar, 6 Cabor Mengaku Dicatut

  • 03 Des 2025 22:46 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Sendawar: Enam cabang olahraga (cabor) di bawah naungan KONI Kabupaten Kutai Barat (Kubar) membantah terlibat dalam aksi demo yang rencananya dilaksanakan di GOR Desnan Sendawar pekan depan.

Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua KONI Kubar, Agus Herawan. Ia mengaku baru mengetahui adanya rencana aksi melalui pemberitaan di media dan langsung menghubungi sejumlah ketua cabor yang namanya tercantum.

"Ternyata ada cabor yang namanya dicatut seperti Petanque, Pertina, FORKI, Wushu, Pickleball dan Muaythai. Sudah saya konfirmasi dan mereka bukan menjadi bagian dalam aksi tersebut," kata Agus Herawan, Rabu (3/12/2025).

Karena itu, ia menegaskan klarifikasi perlu disampaikan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di dunia olahraga, khususnya di Kabupaten Kutai Barat.

“Sebagai ketua KONI, saya selalu membuka ruang komunikasi secara terbuka dan transparan. Jika ada hal yang ingin dibicarakan, cukup datang bersilaturahmi dan bermusyawarah. Itu adat kita sebagai masyarakat Kutai Barat,” ujarnya.

Selain dugaan pencatutan nama cabor, Agus juga menyoroti status Jamil Burhan, yang diketahui telah menyampaikan izin terkait rencana aksi tersebut ke pihak berwenang, karena dalam pemberitaan ia disebut sebagai Ketua Kickboxing Kubar. Sementara berdasarkan data KONI, ketua resmi Kickboxing masih atas nama Arjan.

“Jadi kegiatan yang membawa nama kickboxing tersebut, apakah betul persetujuan ketuanya,” kata Agus.

Agus menegaskan, seluruh penyaluran anggaran kepada cabor dilakukan secara transparan dan sesuai aturan hibah pemerintah daerah. Bahkan Ia berharap semua cabor aktif memanfaatkan kesempatan untuk bersilaturahmi, menyampaikan persoalan yang dihadapi, serta menyerahkan rencana kegiatan dan anggaran sebagai dasar usulan dalam APBD tahun berikutnya.

“Namun sampai saat ini, masih ada cabor yang tidak menjalin komunikasi sejak saya dilantik pada Agustus 2025, termasuk Kickboxing,” ucap Agus.

Ketua Pertina, Mona, menegaskan pihaknya tidak mengetahui adanya rencana aksi tersebut. Pertina bahkan sedang bersiap berangkat menuju BK Porprov Kaltim di Samarinda.

“Saya kaget nama Pertina masuk. Kami besok berangkat BK dan bisa dipastikan Pertina tidak ikut dalam kegiatan itu,” ujarnya.

Ketua Petanque, Adhe Risli, juga mengaku terkejut mengetahui namanya dicatut. Ia mengatakan belum ada pihak yang menghubungi secara resmi terkait keikutsertaan Petanque dalam aksi damai.

“Saya kaget cabor saya ada, sementara belum ada konfirmasi ke saya. Saya baru tiba di Kubar dan besok sudah janji bertemu Ketua KONI untuk membahas BK tanggal 13-17 Desember nanti,” ucapnya.

Kemudian FORKI, melalui bendaharanya, Jimmy Ricardo, mengatakan pihaknya sama sekali tidak mengetahui rencana aksi tersebut.

Ia mengaku ditelepon Jamil hanya untuk mendengar rencana mereka, namun menegaskan FORKI memiliki mekanisme internal sendiri dan belum sempat bertemu Ketua KONI yang baru.

“Bukan tidak mau, tapi memang belum ada waktu kami untuk menghadap. Jadi, ketemu saja belum, sudah mau aksi saja, kan tidak begitu juga,” katanya.

Senada, Ketua Muaythai, Nanag Suharna, menegaskan bahwa ia pun baru mengetahui adanya rencana aksi tersebut.

“Seharusnya ada pemberitahuan dulu. Jangan sampai hal ini jadi bumerang bagi kami,” ujarnya.

Ia menambahkan, terkait anggaran BK, pihaknya sudah berkoordinasi langsung dengan Ketua KONI, dan solusi telah disiapkan bagi atletnya yang saat ini sedang bertanding dalam BK Porprov di Bontang.

Sementara itu, Ketua Whusu, Suhartoyo, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penyampaian aspirasi secara terbuka, tetapi belum pernah menyatakan ikut aksi tersebut.

“Whusu belum ada pernyataan resmi, ikut atau tidak. Prinsipnya, kami mendukung teman-teman cabor lain sepanjang itu positif untuk kepengurusan KONI yang lebih baik ke depan,” ucapya.

Terakhir, cabor Pickleball juga tidak jauh berbeda. Menurut Ketua KONI, cabor tersebut memastikan tidak tahu dan tidak ikut terlibat dalam aksi tersebut.

Rekomendasi Berita