Kecamatan Damai Protes Panitia Bupati Kubar CUP 2025
- 26 Nov 2025 17:35 WIB
- Sendawar
KBRN, Sendawar: Tim Kecamatan Damai merasa dirugikan dan menilai panitia kurang tegas menegakkan aturan pertandingan dalam ajang Bupati CUP Kutai Barat (Kubar) 2025, khususnya terkait penggunaan pemain yang tercatat pada dua Daftar Susunan Pemain (DSP).
Persoalan itu mencuat setelah laga antara Damai melawan Long Iram yang berakhir 2 - 1 pada Senin (24/11/2025). Bukan soal hasil pertandingan, namun yang dipersoalkan Tim Kecamatan Damai adalah dugaan pelanggaran aturan yang dilakukan tim lawan, karena satu pemain Long Iram juga tercantum dalam DSP Kecamatan Barong Tongkok.
Dalam aturan resmi turnamen, Bab VI Pasal 9 tentang Pemain Tidak Sah secara jelas menyebutkan pada poin 1 dan 2, bahwa pemain yang belum disahkan panitia atau pemain yang sudah terdaftar di satu klub tidak boleh didaftarkan lagi di klub lain.
Aturan ini menjadi dasar keberatan tim Kecamatan Damai, karena nama pemain tersebut tercatat di dua klub berbeda.
Selain itu, Pasal 9 juga menetapkan sanksi terhadap penggunaan pemain tidak sah. Dalam poin 7.1 (a–e), klub yang memakai pemain tidak sah dapat dikenakan penambahan gol minus.
Kemudian penghapusan poin kemenangan, perubahan hasil pertandingan menjadi 0-3, pengurangan tiga poin akumulasi, serta denda Rp500.000 untuk setiap pemain tidak sah.

Tim Official Kecamatan Damai, Suryadi. (dok.RRI/Jaang)
Official Tim Kecamatan Damai, Suryadi, usai pertemuan dengan panitia di Kantor Askab PSSI Kubar, Rabu (26/11/2025), menegaskan pelanggaran DSP termasuk kategori berat berdasarkan aturan tersebut.
"Kami hanya meminta panitia konsisten dengan aturan yang mereka buat sendiri. Kalau ada pelanggaran, harus ada sanksi sesuai pasal yang berlaku. Tapi faktanya hari ini, aturan itu tidak diterapkan, dan kami merasa dirugikan," kata Suryadi.
Hal senada disampaikan Yohanes Tino, official tim Kecamatan Damai lainnya. Ia menyebut aturan tersebut sangat jelas, namun tidak ditegakkan oleh panitia penyelenggara.
"Mereka sudah membuat aturan bahwa pemain tidak boleh terdaftar di dua klub. Tapi ketika itu terjadi, tidak ada keputusan tegas. Ini pelanggaran berat dan seharusnya dikenai sanksi," ujarnya.

Yohanes Tino, Official Tim Kecamatan Damai. (dok.RRI/Jaang)
Tim Kecamatan Damai menegaskan, mereka tidak meminta kemenangan otomatis, namun hanya menuntut panitia menerapkan peraturan sesuai dokumen resmi turnamen.
Dalam persoalan ini, Tim Kecamatan Damai menegaskan, mereka tidak menginginkan pertandingan khususnya yang melibatkan Kecamatan Long Iram dilanjutkan, sebelum ada keputusan tegas dari panitia.
Namun karena panitia mengakui adanya kelalaian, dan memohon agar turnamen tersebut tetap berjalan, para official Kecamatan Damai pun akhirnya menerima kelanjutan kompetisi.
"Kita persilahkan, tapi risikonya ditanggung panitia," ucap Tino.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia yang juga Ketua Askab PSSI Kubar, Teddy Rakhmat, mengakui protes yang disampaikan Kecamatan Damai memang berdasar dan sesuai dengan aturan pertandingan, bahkan sejalan dengan regulasi PSSI maupun FIFA.

Ketua Panitia yang Juga Ketua Askab PSSI Kubar, Teddy Rakhmat. (dok.RRI/Jaang)
Ia tidak menampik persoalan ini muncul akibat kesalahan karena ketidaktelitian panitia dalam memeriksa daftar susunan pemain.
Teddy juga menyampaikan apresiasi kepada Kecamatan Damai karena telah mengingatkan, serta akan menjadikan persoalan ini sebagai bahan pembelajaran dan evaluasi bagi panitia ke depannya.
"Ini murni kesalahan kami selaku panitia, dan itu jelas. Tim Kecamatan Damai berbicara dengan mengacu pada peraturan FIFA dan PSSI. Kami di panitia juga berpegang pada aturan yang sama, sehingga sudah tentu kejadian ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi kami, termasuk di Askab PSSI," kata Teddy.
Teddy melanjutkan, dalam hal ini pihaknya berbicara soal kekhilafan panitia dalam penegakan aturan. Ia menambahkan, terkait sanksi dalam masalah tersebut akan dibahas lebih lanjut bersama jajaran panitia.
"Kami Askab PSSI berbicara soal kekhilafannya dulu, karena ini daftarnya semua masih manual. Saya tidak mau lagi ada pembelaan, ini murni kesalahan kami dan kami mengapresiasi dan salut dengan tim Damai. Ke depannya, apakah ada sanksi atau tidak, kami akan evaluasi dengan tim kepanitiaan," ucap Teddy.