Turnamen All England 2026, Tim Indonesia tanpa Gelar Juara
- 09 Mar 2026 13:57 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Tim bulutangkis Indonesia harus mengakhiri perjuangan di ajang All England 2026 tanpa membawa pulang gelar juara. Harapan terakhir dari pasangan ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin kandas setelah kalah dari pasangan Korea Selatan Kim Won Ho/Seo Seung Jae di babak semifinal.
Dalam pertandingan tersebut, Raymond/Joaquin sebenarnya sempat memberikan perlawanan sengit. Namun, pasangan Indonesia akhirnya harus mengakui keunggulan Kim/Seo setelah kalah dua gim langsung dengan skor 19-21 dan 13-21.
Raymond Indra mengatakan timnya sempat memiliki peluang di gim pertama ketika beberapa kali unggul dalam perolehan poin. Namun, kurangnya konsentrasi di momen penting membuat lawan mampu membalikkan keadaan.
“Puji Tuhan pertandingan berjalan lancar walaupun tadi tidak menang, di gim pertama kami sudah unggul tapi konsentrasinya kurang jadi lawan bisa membalikkan keadaan. Mereka punya kekuatan yaitu bisa tampil konsisten terutama di poin-poin akhir,” ujar Raymond, dikutip dari PBSI, Senin, 9 Maret 2026.
Raymond menambahkan, pengalaman tampil di All England menjadi pelajaran berharga bagi mereka. Ia mengakui persaingan di turnamen level Super 1000 sangat ketat karena hampir semua lawan memiliki kualitas yang setara.
“Dari babak pertama kami tidak menemukan lawan yang mudah, semuanya setara di level Super 1000. Makin tinggi levelnya makin susah juga,” katanya.
Sementara itu, Nikolaus Joaquin mengakui pasangan Korea Selatan tampil lebih siap dalam pertandingan tersebut. Menurutnya, sejak awal mereka menyadari peluang menang terbuka bagi kedua tim, namun lawan mampu memanfaatkan kesempatan dengan lebih baik.
“Pada awalnya kami berpikir sama-sama di lapangan, sama-sama punya chance untuk menang. Hari ini kami mengakui kekalahan kami, mereka lebih siap,” kata Joaquin.
Ia juga mengungkapkan, banyak pelajaran yang didapat setelah menghadapi pasangan peringkat satu dunia tersebut. Menurutnya, konsistensi permainan lawan menjadi kunci kemenangan dari awal hingga akhir pertandingan.
“Melawan peringkat satu dunia kami banyak mendapat pelajaran. Dari pemanasan saja auranya sudah berbeda. Kim/Seo dengan kekonsistenannya benar-benar stabil dari awal sampai akhir, kami akan mencoba meniru seperti mereka supaya bisa lebih baik ke depannya,” ujarnya.
Meski gagal melangkah ke final, Joaquin menilai pencapaian semifinal di turnamen bergengsi tersebut tetap menjadi motivasi bagi mereka untuk tampil lebih baik ke depan. “Kami ingin menjalaninya dengan enjoy dan terus berkembang, mohon dukungan dari masyarakat Indonesia agar kami bisa terus berprestasi,” ucapnya.