Prestasi Mendunia, 18 Atlet Tuntaskan Ujian Skripsi di Unwahas

  • 06 Mar 2026 12:09 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Sebanyak 18 atlet nasional yang menempuh pendidikan di Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang menuntaskan ujian skripsi dengan penuh haru dan kebanggaan. Para atlet berprestasi internasional itu mengikuti sidang di Aula Fakultas Kedokteran Kampus Atas Unwahas, Gunungpati, pada 4–5 Maret 2026.

Ujian skripsi tersebut dikemas berbeda dari biasanya. Para mahasiswa diminta memaparkan kisah inspiratif perjalanan karier olahraga mereka dalam durasi lima menit di hadapan dosen penguji.

Kisah perjuangan mereka kemudian dirangkum dalam buku bunga rampai berjudul “Bingkai Kampus Prestasi Olahraga” yang dibedah bersama mahasiswa Fakultas Pendidikan dan Olahraga (FPOK) Unwahas. Buku tersebut menjadi dokumentasi perjalanan para atlet yang berhasil menyeimbangkan pendidikan dan prestasi olahraga tingkat dunia.

Dua atlet panjat tebing nasional, Puja Lestari asal Riau dan Susan Nurhidayah dari Jawa Tengah, turut mengikuti sidang tersebut. Keduanya merupakan peraih medali emas dan perak nomor speed pada SEA Games 2025 Thailand.

Atlet asal Purbalingga, Susan mengaku menjadi atlet adalah tentang mimpi. “Dalam asuhan ibu tunggal, saya harus termotivasi menentukan jalan hidup sendiri,” ucap peraih emas ASEAN University Games 2022 dan 2024 ini.

“Saya terbiasa dengan cedera, air mata, kegagalan dan semangat. Saya terus mengejar mimpi saya mengibarkan Merah Putih di puncak tertinggi Olimpiade,” kata Susan.

Sebagai atlet Pelatnas, Susan diproyeksikan tampil di Olimpiade 2028. Ia sebelumnya telah mengikuti rangkaian World Cup Series di Bali, Prancis, dan Tiongkok.

Hal senada disampaikan Aspar “Babon” Jaelolo, juara dunia IFSC Climbing World Cup 2018 di Tiongkok dan Jakarta 2022. Ia menegaskan, keberhasilan diraih melalui kerja keras dan ketekunan.

“Saya harus bangkit dari cedera, semangat latihan dan latihan. Pada kesempatan ini, saya menyampaikan terima kasih, ini dedikasi saya kepada PJKR Unwahas,” ujarnya.

Selain mereka, sejumlah atlet nasional lain juga berbagi pengalaman. Di antaranya Desi Ratna Wardani (hoki Jateng), Rajjiah Salsabillah (panjat tebing Banten), Jafro Megawanto (paralayang Jatim), dan Wahyu Iman Santosa (bola tangan Jateng).

Rektor Unwahas, Prof Dr Ir Helmy Purwanto, yang membuka sidang skripsi tersebut, menyampaikan kebanggaannya terhadap capaian para atlet. Ia menilai keberhasilan mereka menjadi bukti nyata bahwa prestasi olahraga dapat berjalan seiring dengan pencapaian akademik.

“Prestasi atlet Unwahas menjadi bukti bahwa kerja keras dan semangat juang mampu membawa mahasiswa meraih pencapaian besar. Yang membuat kami bangga, atlet dari Jurusan PJKR ini banyak yang menjadi juara internasional, dunia, dan memecahkan rekor,” katanya.

Dekan FPOK Unwahas, Dr Muhlisin MPd, menambahka, atlet Unwahas telah menorehkan sedikitnya 79 prestasi internasional. “Atlet dari Unwahas menjadi penyumbang medali terbanyak di SEA Games, mengungguli atlet dari perguruan tinggi lain di Jateng. Ini sumbangsih Unwahas untuk Indonesia,” ujarnya.

Rekomendasi Berita