Menjelang Kejurnas, Atlet Triathlon Kaltim di Evaluasi

  • 26 Feb 2026 18:46 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Jakarta - Pengprov Federasi Triathlon Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (FTI Kaltim), mendapatkan dukungan anggaran mandiri dari beberapa pengurus cabang kabupateb/kota, untuk mengirimkan atletnya mengikuti kejuaraan bertajuk Tri-Sport Series 2026 di Ancol Jakarta, yang telah digulirkan pada 14-15 Februari lalu.

Diketahui, event tersebut menjadi salah satu proses seleksi Kaltim dalam mempersiapkan atlet-atlet yang akan dikirim pada Kejurnas Triathlon Seri I di Bangka Belitung, Mei mendatang.

Pelatih Triathlon Kaltim, Ahmad Taufik, menerangkan keenam atlet ini berasal dari beberapa pengcab, seperti Samarinda, Balikpapan dan Kutai Timur. Terdiri dari 5 putra dan putri, tiga di antaranya adalah debutan atau baru pertama kali mengikuti event bertaraf nasional.

"Ini merupakan agenda tahunan yang digelar di Jakarta. Kemarin, kami bisa mengirimkan 6 atlet, 5 putra dan 1 putri, yang salah satunya berhasil masuk di podium 3," kata Ahmad Taufik, Kamis 26 Februari 2026.

Ia menyebutkan, secara umum penampilan atlet-atletnya cukup menjanjikan, eperti peraih perunggu, Gilang Nugraha asal Kutim yang turun di nomor duathlon elite, mampu bersaing ketat dengan hanya selisih hitungan detik dengan dua atlet posisi teratas.

"Gilang berhasil meraih podium 3 usai menuntaskan lomba, mulai dari lari 5 km, sepeda 20 km dan lari lagi sejauh 2,5 km, dengan waktu 56,30 detik. Selisihnya tidak sampai semenit dengan dua orang di depannya, hanya hitungan detik," ujarnya menjelaskan.

Atlet Kaltim saat naik podium.

Lebih lanjut, Taufik mengatakan untuk 5 atlet lainnya gagal masuk ke zona podium. Kendati demikian, menurutnya para anak asuhannya ini mampu menunjukkan performa terbaiknya, khususnya kepada atlet yang baru melakukan debut, yang mampu tampil di luar ekspektasi, dengan mencatatkan waktu yang jauh lebih baik dibanding saat latihan.

"Kendalanya, karena kebanyakan mereka belum terbiasa dengan medan pertandingan. Khususnya di kategori open water yang langsung di laut, berbeda jauh dengan proses latihan yang hanya di kolam saja," ujar Taufik.

Dirinya pun berharap, dari kejuaraan ini, para atlet muda tersebut bisa mendapat pengalaman berharga. Terutama dalam hal mental dan strategi untuk me-manage tenaga saat lomba.

"Karena cabor ini kan multi disiplin, jadi memang harus pintar mengatur tenaga. Misalnya di renang dan sepeda menggunakan 90 persen, nanti terakhir di larinya baru full 100 persen," ucapnya mengakhiri.

Rekomendasi Berita