POPDA Kaltim Resmi Ditutup, Balikpapan Raih Juara Umum
- 28 Nov 2025 08:30 WIB
- Samarinda
KBRN, PPU: Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XVII Kalimantan Timur Tahun 2025 resmi ditutup Sekretaris Daerah Kaltim, Sri Wahyuni, di halaman Kantor Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Kilometer 09 Nipah-Nipah, Kamis malam (27/11/2025). Penutupan ini sekaligus menandai berakhirnya rangkaian kompetisi olahraga pelajar yang berlangsung meriah dan kompetitif.
Mengusung tema “Kolaborasi Prestasi Olahraga Mewujudkan Generasi Emas,” POPDA tahun ini dipandang sukses melahirkan banyak talenta muda potensial. Tema tersebut dinilai tepat karena berbagai cabang olahraga menampilkan atlet-atlet pelajar yang dianggap mampu bersaing di pentas nasional hingga internasional apabila dibina secara konsisten.
Sekda Kaltim, Sri Wahyuni, memberikan apresiasi tinggi kepada Kabupaten PPU selaku tuan rumah yang dinilai sukses menyelenggarakan gelaran POPDA secara profesional dan tertib. Ia menegaskan bahwa pengembangan ekosistem olahraga harus menjadi gerakan bersama.
“Ekosistem olahraga tidak bisa dibangun sendirian oleh pemerintah daerah. Dibutuhkan dukungan seluruh pihak,”katanya.
Dalam ajang POPDA XVII tahun ini, Kota Balikpapan berhasil keluar sebagai juara umum dengan perolehan 174 medali, terdiri dari 59 emas, 57 perak, dan 58 perunggu. Disusul Kota Samarinda di posisi kedua dengan total 166 medali, serta Kutai Kartanegara pada peringkat ketiga dengan raihan 116 medali.
Sementara itu, Kabupaten PPU sebagai tuan rumah menempati posisi kelima dengan total 75 medali terdiri dari 20 emas, 20 perak, dan 35 perunggu. Capaian ini meningkat signifikan dibanding POPDA XVI sebelumnya, di mana PPU hanya berada di peringkat ketujuh.
Bupati PPU, Mudyat Noor, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut mendukung kelancaran pelaksanaan POPDA XVII.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh penyelenggara yang berkontribusi pada suksesnya pelaksanaan POPDA Kaltim XVII,” ujarnya.
Bupati juga memberikan selamat kepada para atlet berprestasi dan mendorong mereka yang belum berhasil meraih medali untuk terus meningkatkan kemampuan.
“Terus berlatih dan berkembang, karena masa depan ada di tangan kalian,” ucapnya.
Mudyat Noor berharap ajang POPDA terus menjadi momentum penting dalam memperkuat pembinaan olahraga pelajar di Kalimantan Timur.
“Kita berharap dari POPDA ini lahir atlet-atlet unggul yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional,” katanya, mengakhiri.