Nilmaizar Evaluasi Pertahanan jelang Duel Lawan Adhyaksa FC
- 02 Mar 2026 07:57 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Kemenangan telak 3-0 Sumsel United atas Sriwijaya FC pada laga lanjutan Pegadaian Championship 2025/26, Sabtu, 28 Februari 2026, ternyata menyisakan catatan merah. Meski berpesta gol di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, lini pertahanan 'Laskar Juaro' dianggap masih menjadi titik lemah yang mengkhawatirkan.
Statistik pertandingan menunjukkan fakta menarik. Walaupun mencatatkan clean sheet dengan penguasaan bola 56 persen, pertahanan yang dikawal Azis Hutagalung dan kolega nyatanya berkali-kali bocor. Sriwijaya FC yang tampil tertekan justru mampu melepaskan 8 tembakan, di mana 4 di antaranya mengarah tepat ke gawang.
Lebih mengkhawatirkan lagi, lini belakang Sumsel United membiarkan lawan melakukan 15 sentuhan di dalam kotak penalti dan 34 operan di area sepertiga akhir pertahanan mereka. Jika penyelesaian akhir Sriwijaya FC lebih klinis, hasil akhir mungkin akan berbicara lain.
Pelatih Kepala Sumsel United, Nilmaizar, tidak menampik adanya celah tersebut. Ia menyadari timnya belum berada di level aman, terutama saat transisi bertahan.
"Kita akan terus mencari pola permainan terbaik dan memperbaiki kekurangan yang ada, khususnya di lini belakang. Apalagi setelah ini kita akan menghadapi dua pertandingan berat melawan Adhyaksa FC Banten dan Persiraja," ujar Nilmaizar.
Ujian sesungguhnya memang sudah di depan mata. Sumsel United dijadwalkan menantang sang pemuncak klasemen Grup 1, Adhyaksa FC Banten. Secara mental, Adhyaksa tengah berada di atas angin setelah menggeser Garudayaksa FC dari posisi puncak dengan raihan 40 poin.
Catatan pertemuan juga tidak berpihak pada Laskar Juaro. Dari dua laga sebelumnya, Sumsel United selalu takluk dari asuhan Ade Suhendra, baik saat bermain di kandang maupun tandang.
Lini belakang yang dikoordinasikan Azis dkk harus bekerja ekstra keras jika tidak ingin menjadi bulan-bulanan striker Adhyaksa FC. Libur lebaran akan menjadi momentum bagi Nilmaizar untuk menambal kebocoran sebelum melakoni laga tandang yang diprediksi bakal menguras energi dan konsentrasi.