Pacu Kuda Wirabraja Open Race Tradisional Resmi Digelar

  • 08 Feb 2026 14:01 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Bupati Tanah Datar Eka Putra secara resmi membuka Pacu Kuda Wirabraja Open Race dan Tradisional Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Dang Tuanku Bukit Gombak, Batusangkar, Minggu 8 Februari 2026. Kegiatan alek anak nagari yang telah menjadi tradisi turun-temurun masyarakat Minangkabau ini kembali digelar setelah sempat tertunda beberapa tahun akibat bencana alam.

Pembukaan diawali dengan prosesi penyerahan gelanggang dari niniak mamak Nagari Saruaso, Baringin, dan Pagaruyung kepada Pemerintah Daerah, dilanjutkan penyerahan bendera dari Pordasi Sumatera Barat kepada Bupati Tanah Datar. Prosesi adat tersebut menjadi simbol dimulainya kembali tradisi pacu kuda yang sangat dinantikan masyarakat.

Dalam sambutannya, Eka Putra menegaskan pacu kuda merupakan bagian dari alek anak nagari dan identitas budaya masyarakat Tanah Datar. Ia menyatakan rasa syukur karena tradisi ini kembali dapat dilaksanakan setelah tertunda. 

“InsyaAllah setelah pelaksanaan bulan Februari ini, pacu kuda juga akan kembali digelar pada Oktober 2026 mendatang,” ujarnya.

Eka Putra berharap seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan kontribusi sehingga pacu kuda tradisi dan terbuka tersebut bisa kembali hadir untuk masyarakat.

Alek Anak Nagari Pacu Kuda Wirabraja Open Race dan Tradisional 2026 digelar selama dua hari, 8–9 Februari 2026, dengan jumlah peserta mencapai 93 ekor kuda dari berbagai daerah di Sumatera dan Jawa. Antusiasme peserta menunjukkan besarnya minat dan semangat dalam melestarikan olahraga pacu kuda yang sudah mengakar kuat di Tanah Datar.

Ketua pelaksana sekaligus Dandim 0307 Tanah Datar, Letkol Inf Agus Priyo Pujo Sumedi, menyampaikan lomba tahun ini mempertandingkan dua kategori. Yakni pacuan nasional (berpelana) dan tradisional (tanpa pelana).

“Hari pertama digelar 14 race dengan 60 ekor kuda. Hari kedua 15 race dengan 62 ekor kuda. 

Agus Priyo mengimbau para penonton agar mematuhi aturan dan arahan petugas demi keselamatan bersama selama berlangsungnya lomba. Menurutnya, kelancaran acara sangat bergantung pada kedisiplinan seluruh pihak yang hadir.


Rekomendasi Berita