Situasi Kawasan Jadi Pertimbangan, F1 Tunda Dua GP Timur Tengah

  • 15 Mar 2026 12:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Formula 1 memastikan Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi tidak digelar pada April 2026 seperti jadwal semula. Keputusan diambil setelah evaluasi terkait situasi di kawasan Timur Tengah.

Penyelenggara menyebut pembatalan diputuskan setelah mempertimbangkan kondisi keamanan regional saat ini. Sejumlah opsi pengganti sempat dikaji sebelum akhirnya kalender April tidak diganti dengan balapan lain.

Keputusan tersebut juga berdampak pada seri pendukung Formula 2 dan Formula 3. Ajang F1 Academy juga dipastikan tidak berlangsung sesuai jadwal awal.

Formula 1 mengambil keputusan ini setelah berkonsultasi dengan Fédération Internationale de l'Automobile (FIA) dan para promotor. Seluruh pihak disebut telah mencapai kesepahaman terkait langkah tersebut.

Presiden dan CEO Formula 1, Stefano Domenicali, mengakui keputusan ini tidak diambil dengan mudah. Namun, langkah tersebut dinilai tepat melihat situasi kawasan saat ini.

“Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk berterima kasih kepada FIA serta para promotor. Kami menantikan kembali balapan bersama mereka saat situasi memungkinkan,” kata Domenicali pada Sabtu, 14 Maret 2026.

Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, juga menegaskan keselamatan komunitas menjadi prioritas utama. Karena itu, FIA mendukung keputusan pembatalan dua seri balapan pada bulan April tersebut.

“Kami selalu menempatkan keselamatan dan kesejahteraan komunitas sebagai prioritas utama. Keputusan ini diambil setelah pertimbangan matang dengan tanggung jawab tersebut,” ujar Ben Sulayem.

Sirkuit Corniche Jeddah yang digunakan seri balapan Formula 1 Grand Prix Arab Saudi (Foto: saudiarabiangp.com)

Ia juga berharap kawasan Timur Tengah segera kembali stabil. Menurutnya, Bahrain dan Arab Saudi tetap menjadi agenda penting dalam kalender balap Formula 1.

“Kami berharap ketenangan dan stabilitas segera kembali di kawasan tersebut. Saya menantikan kembali balapan di kedua negara ketika situasi memungkinkan,” ujar pria asal Uni Emirat Arab tersebut.

Chief Executive Bahrain International Circuit, Sheikh Salman bin Isa Al Khalifa, juga mendukung keputusan tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada komunitas Formula 1 atas dukungan mereka.

“Kami sepenuhnya mendukung keputusan Formula 1 dan kami berterima kasih atas dukungan dan kemitraan yang berkelanjutan. Kami menantikan menyambut kembali penggemar dari seluruh dunia ke Bahrain saat F1 kembali,” ujarnya.

Ketua Federasi Otomotif dan Motor Arab Saudi, Pangeran Khalid bin Sultan Al-Abdullah Al-Faisal, juga menghormati keputusan Formula 1. Ia menyebut penggemar di Arab Saudi memahami pertimbangan yang melatarbelakangi keputusan itu.

“Para penggemar di seluruh Kerajaan sebenarnya menantikan Grand Prix Arab Saudi di Jeddah April ini. Namun, kami memahami pertimbangan di balik keputusan tersebut dan tetap menjalin kemitraan erat dengan Formula 1,” ujarnya.

Rekomendasi Berita