Mengenal Jenis-Jenis kompon Ban F1 dan Ketentuan Pemakaiannya

  • 11 Mar 2026 16:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Ban jadi salah satu elemen penting dalam balapan Formula 1. Jenis kompon ban yang digunakan oleh setiap tim dan pembalap bisa menentukan performa mobil selama balapan.

Saat ini, pemasok tunggal ban untuk F1 adalah Pirelli. Setiap musim, perusahaan asal Italia tersebut itu beberapa jenis kompon ban yang memiliki karakter berbeda.

Secara umum, ban F1 dibagi jadi dua kategori utama, yaitu ban kering (slick) dan ban basah. Ban slick dipakai ketika lintasan kering, sedangkan ban basah dipakai ketika kondisi hujan atau trek lembap (damp).

Mau tau lebih lanjut apa saja jenis-jenis kompon ban F1? Simak jenis-jenis kompon ban F1 sekaligus ciri-ciri dan ketentuan pemakaiannya, berdasarkan laman resmi Pirelli:

Ban Kering (Slick)
1. Ban Soft (merah)
Ban Soft dengan tanda warna merah. (Foto: Pirelli)

Karena lunak, ban ini punya grip terbaik sehingga cocok untuk mencatat waktu lap maksimal. Tapi daya tahannya paling rendah, sehingga cepat aus atau habis dan rata-rata bertahan 15-25 lap.

2. Ban Medium (kuning)
Ban Medium dengan tanda warna kuning. (Foto: Pirelli)

Kompon ini tidak secepat soft, tapi lebih tahan lama yakni rata-rata bertahan untuk 30-40 lap. Sehingga ban medium sering dikatakan sebagai ban yang 'balanced' atau seimbang dari segi daya tahan dan cengkeramannya.

3. Ban Hard (putih)
Ban Hard dengan tanda warna putih. (Foto: Pirelli)

Kompon ini paling tahan lama di antara ban slick dengan rata-ratanya mencapai 30-50 lap, tapi tingkat grip-nya lebih rendah. Biasanya digunakan dalam stint panjang ketika tim ingin meminimalkan jumlah pit stop.

Pirelli sebenarnya punya pengkategorian lain untuk tingkat kompon ban slick yang diberi kode C1 hingga C5 dan nantinya diberi label soft, medium, dan hard. Mulai dari C1 yang paling keras, C2 yang lebih lunak dari C1 namun punya daya tahan yang cukup kuat, C3 dan C4 yang lebih seimbang, hingga C5 yang paling lunak.

Dari lima pilihan di atas, Pirelli dan FIA akan memilih tiga kompon untuk setiap seri balapan. Masing-masing seri balapan akan memakai kombinasi kompon ban yang berbeda, menyesuaikan karakter sirkuit.

Sebagai contoh, pada GP Monako, Pirelli bisa membawa kombinasi C3-C5 karena sirkuit yang memiliki degradasi ban rendah. Dalam situasi ini, C3 akan disebut hard, C4 menjadi medium, dan C5 menjadi soft.

Atau pada GP Bahrain yang biasanya memakai kombinasi C1-C3 karena tipe lintasan yang lebih abrasif. Dalam situasi ini, C1 akan disebut hard, C2 menjadi medium, dan C3 menjadi soft.

Ban Basah (Wet)
1. Ban Intermediate/Inter (hijau)
Ban Intermediate/Inter dengan tanda warna hijau disertai motif/alur pada permukaan ban. (Foto: Pirelli)

Ban Intermediate mampu membuang air dari permukaan lintasan seperti ban Wet. Tapi, motif/alurnya tidak sedalam ban Wet, jadi kompon ini cocok dipakai di trek yang lembab atau mulai mengering dengan ketinggian air 0,1 mm - 3,0 mm.

2. Ban Wet (biru)
Ban Wet dengan tanda biru disertai motif/alur di permukaan ban. (Foto: Pirelli)

Jika hujan turun sangat deras dan lintasan dipenuhi air, pembalap akan menggunakan ban full wet. Ban ini punya motif/alur yang lebih dalam karena dirancang untuk membuang air dalam jumlah besar, biasanya saat ketinggian air di permukaan di atas 3 mm.

Tujuannya adalah untuk mencegah 'aquaplaning'. Yaitu kondisi ketika ban kehilangan kontak dengan aspal karena lapisan air di atas lintasan.

Intinya, setiap kompon ban punya kegunaan masing-masing. Penggunaannya juga harus disesuaikan dengan karakter sirkuit.

Aturan ini membuat tim harus merancang strategi pit stop dengan cermat. Mereka harus mempertimbangkan degradasi ban, kondisi lintasan, hingga peluang safety car yang bisa mempengaruhi alur jalannya balapan.

Dengan berbagai pilihan kompon tersebut, ban tidak hanya berfungsi sebagai penopang mobil di lintasan. Dalam banyak kasus, strategi penggunaan ban justru menjadi salah satu faktor penentu kemenangan di F1.

Rekomendasi Berita