GP Australia Rampung, Sejumlah Pembalap Masih Akui Regulasi Baru F1 Menyulitkan

  • 09 Mar 2026 19:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Balapan pembuka musim Formula 1 2026 di Melbourne tidak hanya menghadirkan persaingan sengit di lintasan. Tetapi juga memunculkan banyak komentar dari para pembalap terkait regulasi baru yang mulai diterapkan musim ini.

Sejumlah pembalap mengaku masih kesulitan beradaptasi dengan mobil generasi baru yang diperkenalkan lewat perubahan aturan teknis besar-besaran. Regulasi 2026 membawa perubahan besar pada desain mobil dan sistem power unit.

Salah satu yang paling terasa adalah meningkatnya peran tenaga listrik pada mesin, serta sistem manajemen energi yang jauh lebih kompleks dibanding sebelumnya. Kondisi ini membuat pembalap harus lebih fokus mengatur penggunaan energi selama balapan.

Pembalap McLaren, Lando Norris, jadi salah satu yang paling vokal mengkritik aturan baru tersebut. Ia menilai beberapa elemen dalam regulasi membuat balapan terasa kurang natural dan "sangat artifisial".

Norris bahkan menyebut aturan baru tersebut berpotensi membuat balapan menjadi lebih berbahaya saat berduel. Karena perbedaan kecepatan antar mobil bisa sangat signifikan.

Ketika ditanyai tanggapannya usai balapan di sirkuit Albert Park itu, Norris bahkan beranggapan kalau balapannya terasa kacau. Ia merasa balapan terkesan seperti tarik ulur karena mobil harus terus-terusan melakukan manajemen energi dengan mengerem.

“Terlalu kacau. Ini benar-benar chaos, dan ada kemungkinan besar akan terjadi kecelakaan besar. Saat mengemudi, kami seperti hanya menunggu sesuatu terjadi, atau sesuatu yang bisa berakhir sangat buruk," ujar Norris dalam wawancaranya dikutip dari motorsport, 9 Maret 2026.

Kritik serupa juga datang dari Max Verstappen. Sebelumnya di pramusim pun, Verstappen menyampaikan kritik dengan mengatakan regulasi baru seperti 'anti-racing'.

Verstappen menilai tuntutan manajemen energi yang sangat besar membuat pengalaman mengemudi terasa kurang alami dan ia tidak menikmatinya. Menurutnya, baik FIA maupun Formula 1 harus segera menindaklanjuti eksekusi regulasi musim ini.

"Saya tahu mereka (FIA dan Formula 1) mau mendengarkan. Tapi saya berharap benar-benar ada tindakan setelah ini, karena bukan hanya saya yang mengatakan hal ini, banyak orang juga punya pandangan yang sama," katanya.

Sementara itu, Charles Leclerc menggambarkan situasi balapan dengan regulasi baru seperti video gim. Ia menyebut dinamika energi dan mode tambahan yang harus diatur selama balapan membuat strategi di lintasan terasa berbeda dari Formula 1 yang biasa dikenal para pembalap.

Leclerc sempat melontarkan kalimat bernada candaan saat balapan berlangsung di Albert Park saat itu. "Ini seperti jamur di Mario Kart,” ujar Leclerc melalui radio timnya.

Ini kemungkinan merujuk pada mode overtake dan boost yang baru diperkenalkan musim ini. Saat itu Leclerc sedang berduel dengan George Russell yang ada di depannya, di mana keduanya terus bertukar posisi di lintasan.

Meski banyak kritik muncul, tidak semua pembalap memiliki pandangan yang sama. Pemenang balapan di Melbourne, George Russell, justru meminta semua pihak untuk memberi waktu pada regulasi baru tersebut.

Ia menilai perubahan besar seperti ini memang membutuhkan waktu mungkin beberapa seri balapan lagi. Sebelum semua tim dan pembalap benar-benar memahami karakter mobil baru.

Russell memang mengakui mobil hasil regulasi baru memang lebih kompleks. Tapi menurutnya hal itu merupakan bagian dari evolusi teknologi di Formula 1, terutama dengan meningkatnya penggunaan tenaga listrik pada power unit.

Dengan musim 2026 yang masih sangat panjang, para pembalap dan tim diperkirakan masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan regulasi baru tersebut. FIA dan Formula 1 sendiri mungkin harus terus memantau perkembangan di lintasan, terutama jika ada aspek keselamatan atau kompetisi yang perlu dievaluasi pada balapan-balapan berikutnya.

Rekomendasi Berita