Liga Santri Indonesia Pordasi Berkuda Memanah Siap Digelar

  • 15 Mar 2026 19:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Liga Santri Indonesia Pordasi Berkuda Memanah seri pertama siap digelar di Ayub Camp Klaten, Jawa Tengah pada 3-5 April 2026. Ajang ini sebagai bagian dari kompetisi sekaligus talent scouting bagi atlet santri usia 12-18 tahun dari berbagai pondok pesantren.

Ketua Harian Pordasi Berkuda Memanah Agape Zacharia menjelaskan bahwa liga ini sudah dirancang sejak musyawarah nasional dan rakernas, serta diresmikan pada Oktober 2025 oleh Menteri Agama dan disaksikan Ketua KONI Pusat. "Liga Santri ini kita ada beberapa seri, seri 1 di Jawa Tengah, seri 2 di Bali, dan seri 3 di Jawa Timur, dikhususkan bagi atlet santri," ujar Agape saat berdialog bersama Pro3 RRI, Minggu 15 Maret 2026.

Tujuan utama kegiatan ini adalah talent scouting untuk mencari bibit atlet dari kalangan santri yang berpotensi menjadi atlet nasional dan mengharumkan Indonesia di kancah internasional. Peserta liga dibatasi sekitar 80 santri dari kelompok umur 12 hingga 18 tahun tingkat SMP dan SMA, dengan sistem seleksi ketat di masing-masing pesantren sebelum mengikuti kompetisi.

Konsep liga ini menerapkan sistem penilaian akumulasi poin di setiap seri, di mana peringkat 1, 2, 3 mendapatkan nilai tertentu yang akan dikumpulkan hingga seri terakhir. Pemenang di tiap seri mendapat penghargaan rutin, sementara juara umum ditentukan berdasarkan akumulasi poin tertinggi setelah seluruh rangkaian kompetisi selesai.

"Antusiasme para santri sangat tinggi, namun panitia membatasi peserta dengan mewajibkan seleksi internal di pesantren. Hal ini untuk memastikan keselamatan atlet dan kemampuan dasar berkuda memanah," ujarnya.

Selain kompetisi, para santri dapat mengembangkan kemampuan melalui unit latihan berkuda memanah di bawah pengurus provinsi atau ekstrakurikuler di pondok pesantren masing-masing. Atlet berprestasi dari liga ini berpotensi masuk pembinaan atlet nasional dan tampil di ajang PON untuk tingkat junior, memberikan kesempatan emas bagi santri berbakat.

"Perkembangan olahraga berkuda memanah di Indonesia dimulai sejak 2017-2018. Kemudian resmi menjadi olahraga prestasi di bawah KONI pada 2020, dengan pertumbuhan pesat di berbagai provinsi," ucapnya.

Transformasi Pordasi menjadi cabang olahraga mandiri dilakukan karena melihat potensi luas di seluruh Indonesia dengan klub-klub yang mencapai puluhan di setiap provinsi. "Harapan dari Pordasi Berkuda Memanah Pusat, Liga Santri ini dapat membina karakter santri melalui olahraga sunah yang melatih disiplin, keberanian, kepemimpinan, dan sportivitas," kata Agape.

Pengembangan olahraga berkuda memanah di Indonesia diharapkan dapat memperluas basis atlet tidak hanya dari kalangan umum tetapi juga dari pondok pesantren. "Kami berharap atlet dari santri ini bisa muncul dan memberikan kontribusi prestasi bagi bangsa," ujar Agape penuh optimisme.

Rekomendasi Berita