HUT NOC Indonesia, Okto: Olahraga Harus Menjadi Cahaya di Ujung Kegelapan

  • 12 Mar 2026 16:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - 74 Tahun, Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) mengawal perjuangan para atlet merah putih di kancah internasional. Momentum tersebut menjadi refleksi perjalanan olahraga nasional, sekaligus penegasan komitmen memperkuat ekosistem olahraga berintegritas, menjadi cahaya di ujung kegelapan.

Pada peringatan tahun ini, NOC Indonesia mengusung tema "Indonesia Connected Globally, Athletes Protected Completely, and United in Peace". Tema tersebut mencerminkan arah besar yang ingin terus diperkuat NOC Indonesia.

Dalam memperluas konektivitas Indonesia dengan komunitas olahraga dunia. Demi memastikan perlindungan penuh bagi para atlet, serta menjadikan olahraga sebagai kekuatan yang mempersatukan.

Dalam pesannya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir meminta agar seluruh stakeholder olahraga tetap berjalan kompak. “NOC sudah beribu 74 tahun, artinya banyak sejarah, banyak juga kisah sedih yang sudah diciptakan dan terasakan. Tetapi tentu saya berharap dengan konsolidasi olahraga nasional, kita hormati NOC, KONI, NPC, KORMI, kita sesuai tupoksinya," kata Menpora Erick Thohir saat menghadiri HUT NOC Indonesia ke-74 tahun, Rabu 11 Maret 2026 malam.

" Inilah olahraga kita harus menjadi duta bangsa dan mencerminkan kedigdayaan kita. Dan itu hanya bisa jalan kalau semua kita kompak, termasuk kami, di Kemenpora kita introspeksi diri,” ujar menpora.

Menpora Erick Thohir saat memberikan sambutan dalam acara HUT ke-74 NOC Indonesia, Rabu 11 Maret 2026,(Foto: RRI/Danang Sundoro)

Hal senada disampaikan Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari (RSO) atau biasa disapa Okto. Okto mengungkapkan olahraga seharusnya menjadi ruang aman bagi para atlet untuk tumbuh, berlatih, dan mengejar mimpi mereka.

“Di usia yang ke-74 NOC Indonesia akan terus instrospeksi kita akan berusaha memberikan yang terbaik untuk olahraga Indonesia. Tanpa dukungan dari masyarakat Indonesia kita pasti tidak akan cepat membawa Indonesia berdiri di panggung-panggung olahraga dunia,” ungkap Raja Sapta Oktohati.

Okto mengingatkan kondisi olahraga nasional sedang menghadapi tantangan serius terkait dugaan kekerasan terhadap atlet belakangan ini. Isu tersebut mencuat setelah muncul laporan dugaan pelecehan seksual yang melibatkan sejumlah atlet dalam lingkungan olahraga.

“Semangat United in Peace bukan hanya sebuah tema. Ia adalah pengingat bahwa olahraga sejatinya hadir untuk mempersatukan, bukan memecah belah. Bagi kami di NOC Indonesia, prestasi sebesar apa pun tidak akan pernah boleh dibangun di atas penderitaan seorang atlet,” tegas Okto.

“Dalam berbagai situasi dunia yang penuh tantangan, olahraga sekali lagi harus mampu menjadi cahaya di ujung kegelapan. Olahraga memiliki kekuatan untuk mempersatukan, membangun harapan, dan menyebarkan pesan perdamaian bagi dunia,” ujar Okto.

Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari (kanan), Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid (tengah) dan Menpora Erick Thohir (kiri) saat diwawancarai awak media di acara HUT ke-74 NOC Indonesia, Rabu 11 Maret 2026,(Foto: RRI/Danang Sundoro)

Okto juga menyampaikan apresiasi kepada atlet, ofisial, dan insan olahraga yang berani bersuara demi keselamatan bersama. Ia mengimbau atlet, pelatih, dan ofisial segera melaporkan perlakuan tidak pantas di lingkungan olahraga kepada pihak berwenang.

“Kami mengimbau kepada seluruh atlet official pelaku olahraga untuk berani bicara kalau ada perlakuan yang tidak sesuai melanggar norma, harassment, apalagi pelecehan sampai ke pelecehan sekskual. Segera laporkan, kami siap kawal, kami punya safeguarding. Kebiadaban ini harus dihapus dari dunia olahraga Indonesia,” ujar RSO.

Sejak 2024, NOC Indonesia memiliki Safeguarding Officer yang ditunjuk Olympic Council of Asia untuk perlindungan atlet. Petugas tersebut kemudian membentuk Task Force Safeguarding guna memastikan lingkungan olahraga aman bagi atlet dari kekerasan maupun pelecehan.

Rekomendasi Berita