Meki Nawipa Targetkan Liga 4 Piala Gubernur Papua Tengah, Mencatak Bintang Liga 1
- 08 Mar 2026 18:37 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Mimika - Pemprov Papua Tengah bersama Asprov PSSI resmi memulai kompetisi Liga 4 PSSI Piala Gubernur Papua Tengah Musim 2025–2026 di Stadion Wania Imipi, SP 1, Kabupaten Mimika, Minggu 8 Maret 2026.
Liga 4 ini dibuka langsung Gubernur Meki Nawipa, didampingi Wagub Deinas Geley, serta jajaran bupati di Papua Tengah.
Kehadiran para petinggi daerah ini menegaskan dukungan penuh terhadap transformasi pembinaan atlet muda cabang olahraga sepakbola.
Dari pantauan Tribun-PapuaTengah.com, gema perkusi drum band siswa SMA Negeri 2 Mimika dan tarian adat yang ritmis menyambut babak baru sejarah sepakbola di Provinsi Papua Tengah.
Ribuan pasang mata di Stadion Wania Imipi menjadi saksi saat visi besar untuk mengorbitkan mutiara hitam dari tanah Papua Tengah mulai digulirkan melalui kompetisi resmi.
PSSI Papua Tengah menegaskan bahwa Liga 4 ini merupakan fondasi awal dari rencana besar pembangunan sepak bola daerah.
Mewakili Ketua PSSI Papua Tengah, Muhamad Haikal mengungkapkan rencana strategis untuk menyelenggarakan Piala Suratin U-13, U-15, dan U-17 dalam waktu dekat.
"Nanti juga ada kompetisi tingkat kabupaten bertajuk Piala Bupati yang akan segera digelar untuk menjaring juara yang akan bertanding di level provinsi," ujar Haikal.
Haikal menjelaskan bahwa sistem kompetisi yang berjenjang ini bertujuan memberikan jam terbang bagi pemain, pelatih, hingga perangkat pertandingan lokal.
PSSI ingin menciptakan ekosistem yang tidak hanya mengandalkan bakat alami, tetapi juga kematangan mental dalam kompetisi resmi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Wakil Gubernur serta delapan bupati yang terus mendukung pembangunan sepak bola di Papua Tengah agar terus maju dan berprestasi hingga ke tingkat nasional,” ucap Haikal.
Di luar aspek teknis pertandingan, panitia penyelenggara menekankan nilai filosofis dari turnamen ini sebagai sarana pemersatu.
Ketua Panpel, Alfred Fredy Anouw, menyebut lapangan hijau sebagai zona netral yang mampu meleburkan perbedaan latar belakang wilayah asal para peserta.