Benfica Skors Lima Pendukung Terkait Dugaan Rasisme di Liga Champions

  • 28 Feb 2026 18:01 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - SL Benfica menjatuhkan sanksi skorsing kepada lima pendukung klub setelah adanya dugaan perilaku rasis selama pertandingan leg pertama play-off knockout UEFA Champions League melawan Real Madrid yang berlangsung di Lisbon.

Pertandingan yang digelar pada 17 Februari tersebut sempat dihentikan selama sekitar 10 menit setelah pemain Real Madrid, Vinicius Junior, melaporkan kepada wasit bahwa dirinya menjadi korban pelecehan rasial. Tuduhan tersebut mengarah pada pemain sayap Argentina milik Benfica, Gianluca Prestianni, yang kemudian membantah keras tuduhan tersebut.

“Benfica menginformasikan bahwa mereka telah menangguhkan keanggotaan lima anggota setelah memulai proses disiplin yang berujung pada penerapan sanksi maksimal sesuai statuta klub, yaitu pengusiran,” demikian pernyataan resmi klub yang dikutip dari BBC.

Benfica juga menyatakan telah memulai investigasi internal terkait dugaan perilaku tidak pantas di tribun penonton yang dinilai mengandung unsur rasisme dan tidak sesuai dengan nilai serta prinsip klub.

Klub Portugal tersebut menegaskan tidak akan mentolerir segala bentuk diskriminasi dan akan mengambil tindakan tegas terhadap perilaku yang merusak nilai-nilai klub.

Dalam pertandingan tersebut, Vinicius sempat membawa Real Madrid unggul dan kemudian mendapat kartu kuning karena dianggap melakukan selebrasi berlebihan di depan pendukung Benfica. Rekaman televisi menunjukkan sejumlah penonton melakukan gerakan yang diduga bernuansa rasis terhadap pemain Brasil itu.

Setelah terlibat adu mulut dengan Prestianni, Vinicius sempat mendekati wasit sambil memberikan isyarat ke arah pemain Argentina tersebut sebelum kembali ke lapangan bersama rekan-rekannya.

Selama pertandingan berlangsung, sebuah benda yang dilemparkan dari arah tribun penonton juga dilaporkan mengenai lengan Vinicius saat ia bersiap mengambil tendangan sudut.

Pelatih Benfica, Jose Mourinho, menyebut Vinicius telah menunjukkan sikap tidak sopan dan dianggap memprovokasi suporter. Pernyataan tersebut kemudian menuai kritik dari sejumlah pihak, termasuk mantan gelandang Real Madrid, Clarence Seedorf.

Prestianni sendiri mendapatkan sanksi larangan bermain satu pertandingan dari UEFA dan tidak tampil pada leg kedua yang dimenangkan Real Madrid dengan skor 2-1, sehingga klub Spanyol tersebut lolos dengan agregat 3-1.

Vinicius kembali mencetak gol dalam pertandingan yang berlangsung di Estadio Santiago Bernabéu, namun tetap mendapat cemoohan dari pendukung tim tamu.

Pada hari Kamis, Benfica mengeluarkan pernyataan yang membantah klaim bahwa Prestianni telah mengakui melakukan penghinaan rasial terhadap Vinicius kepada skuad atau pejabat klub.

Rekomendasi Berita