DKI Jakarta Juara Umum Kejurnas Sabet Enam Emas
- 12 Nov 2025 19:43 WIB
- Mamuju
KBRN, Mamuju : Kontingen DKI Jakarta kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih gelar juara umum pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Percasi ke-50 yang berlangsung di Sulawesi Barat, Rabu (12/11/2025).
Pelatih Percasi DKI Jakarta, Hendri Jamal, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, hasil ini sesuai dengan target yang telah ditetapkan sejak awal.
“Kita datang ke sini dengan target mempertahankan gelar juara umum, dan alhamdulillah berhasil kembali membawa pulang enam medali emas,” ujar Hendri saat diwawancarai RRI di lokasi pertandingan.
Hendri menambahkan, kunci keberhasilan tim DKI Jakarta terletak pada disiplin, pengelolaan yang baik, serta manajemen finansial dan publikasi yang terpadu.
“Semuanya berjalan saling mendukung. Anak-anak bangga menjadi bagian dari tim DKI dan berlatih keras untuk meraih prestasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hendri memberikan apresiasi kepada tuan rumah Sulawesi Barat yang telah sukses menyelenggarakan kejuaraan ini dengan lancar.
“Mudah-mudahan momentum ini bisa menjadi semangat bagi Sulawesi Barat untuk meraih medali di tahun-tahun mendatang,” tambahnya.
Sementara itu, Wasekjen PB Percasi, Nanang Puja Laksana, dalam sambutannya pada acara penutupan menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Kejurnas ke-50 yang berjalan baik.
“Alhamdulillah penutupan Kejurnas Percasi ke-50 dapat berlangsung lancar. Meski demikian, masih ada beberapa catatan yang akan menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan di masa mendatang lebih baik,” ujarnya.
Nanang juga mengumumkan bahwa DKI Jakarta berhasil mempertahankan gelar juara umum, disusul oleh beberapa provinsi lain yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam perolehan medali.
“Tahun ini ada 17 kategori yang dipertandingkan. Sebanyak 11 provinsi meraih medali, dan tujuh di antaranya berhasil memperoleh medali emas. Ini menunjukkan kekuatan catur nasional semakin merata,” jelasnya.
Ia menilai, pemerataan kemampuan di berbagai daerah akan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas atlet nasional di masa depan.
“Jika kompetisinya semakin tinggi, tentu akan lahir pemain-pemain catur yang lebih kuat dan berprestasi,” pungkasnya.