Christmas Cup Dorong Optimalisasi Program Bank Sampah Desa

  • 01 Jan 2026 13:32 WIB
  •  Malinau

KBRN, Malinau : Pelaksanaan Turnamen Christmas Cup ke-26 Kabupaten Malinau Tahun 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana mendorong pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat melalui bank sampah.

Selama turnamen yang berlangsung sejak 8 hingga 31 Desember 2025 di Desa Tanjung Lapang, Kecamatan Malinau Barat, panitia secara aktif mengumpulkan sampah plastik yang dihasilkan dari aktivitas penonton maupun peserta. Sampah tersebut kemudian disalurkan ke Bank Sampah Desa Tanjung Lapang untuk dikelola dan dimanfaatkan kembali.

Ketua Panitia Christmas Cup ke-26, Akun Apri Folin, mengatakan langkah ini merupakan bentuk komitmen panitia dalam mendukung kebijakan pemerintah daerah serta program desa yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

“Sampah plastik yang terkumpul selama turnamen kami serahkan ke Bank Sampah Desa Tanjung Lapang untuk dikelola dan dijual kembali. Ini bagian dari komitmen panitia mendukung kebersihan lingkungan serta program desa berkelanjutan,” ujarnya.

Upaya tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, yang menilai pengelolaan sampah dalam pelaksanaan Christmas Cup sejalan dengan program prioritas desa dan arah pembangunan berkelanjutan daerah.

“Saya mengapresiasi panitia yang telah mendukung upaya memelihara dan merawat kebersihan lingkungan melalui bank sampah. Ini sejalan dengan program keberlanjutan Desa Tanjung Lapang,” kata Wempi.

Menurut Wempi, Desa Tanjung Lapang memiliki komitmen kuat untuk menjadi desa bersih dan desa unggul, sehingga penerapan pengelolaan sampah dalam setiap kegiatan masyarakat perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan.

“Desa Tanjung Lapang kita kenal sebagai desa yang berkomitmen menjadi desa bersih dan unggul. Semoga langkah ini terus berlanjut dan semakin sukses pada tahun-tahun ke depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan Christmas Cup ke-26 menjadi contoh bahwa kegiatan olahraga masyarakat dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan, sekaligus mendukung pembangunan Kabupaten Malinau yang berkelanjutan.

Rekomendasi Berita