Hujan Kartu Merah saat Lawan Bhayangkara FC, Pelatih Arema FC: Saya Malu dan Kasihan

  • 11 Mar 2026 06:26 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Arema FC dihujani kartu merah oleh wasit Yudai Yamamoto pada pertandingan lawan Bhayangkara Presisi Lampung FC di Bandarlampung, Selasa malam 10 Maret 2026. Dalam kekalahan 1-2, tiga pemain Singo Edan dan satu ofisial mendapat kartu merah.

Dua kartu merah terjadi dalam pertandingan. Dua kartu lainnya diberikan setelah peluit berakhirnya pertandingan berbunyi.

Kartu merah pertama didapatkan Pablo Oliveira menit 45+8. Setelah melihat VAR, Yudai memberi kartu kuning kedua untuk mengusir Pablo dari lapangan.

Kartu merah kedua didapat Dalberto Luan Belo di menit 70. Sedangkan, Matheus Blade yang baru saja bermain setelah menjalani hukuman akumulasi, dikartu merah setelah pertandingan.

Satu ofisial yang menerima kartu merah adalah Rahmat Taufiq Hentihu. Pelatih Arema FC Marcos Santos mengaku malu melihat jalannya pertandingan. Dia merasa kasihan pada semua pemain dari kedua tim di lapangan yang sudah bekerja keras. Marcos Santos juga merasa malu dengan pertunjukan yang ditunjukkan pengadil lapangan.

"Kita respek sama wasit. Tapi, contohnya saat insiden babak kedua, harusnya dua pemain sama-sama dapat kartu merah. Setelah selesai pertandingan, Blade kena kartu merah karena tanya mengapa pertandingan berjalan seperti itu," kata Marcos Santos usai pertandingan.

Marcos merasa iba dengan situasi sepakbola Indonesia yang menurutnya sudah mulai maju. Tidak seharusnya kerja keras pemain dari kedua tim di lapangan yang berusaha fair play, dinodai.

"Malu, sepakbola Indonesia sudah maju. Bawa wasit dari luar harusnya lebih tegas dan lebih tanggungjawab. Kasihan pemain dari kedua tim yang sudah kerja keras," tambah Marcos.

Dengan tiga kartu merah untuk pemain Arema, laga usai Lebaran lawan Malut United akan jauh lebih berat. Atas kemenangan ini Bhayangkara FC duduk di posisi 6 dengan 41 poin. Sedangkan, Arema masih terjebak di posisi 11 dengan 31 poin.

Rekomendasi Berita