Tumbang di Laga Tandang, Permainan Arema FC Berubah karena Tiga Gol di Babak Pertama

  • 27 Feb 2026 06:55 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menyoroti faktor mental dan tekanan laga tandang sebagai penentu kekalahan timnya saat menghadapi Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda. Arema harus mengakhiri pertandingan dengan kekalahan 1-3 setelah seluruh gol tuan rumah tercipta pada babak pertama.

Menurut Marcos, pertandingan sudah diprediksi berjalan berat mengingat Borneo FC tampil di hadapan pendukungnya sendiri. Dukungan suporter dinilai memberi dorongan moral tambahan bagi tuan rumah, terutama setelah gol cepat di awal laga yang langsung mengubah dinamika permainan.

Ia menyebut timnya gagal mengantisipasi momentum tersebut sehingga kehilangan ritme dan tidak mampu menjalankan rencana awal. Tekanan bertubi-tubi pada 45 menit pertama membuat Arema kesulitan mengembangkan permainan, hingga akhirnya tertinggal tiga gol sebelum turun minum.

“Melawan Borneo jelas laga yang sulit. Mereka bermain dengan dukungan penuh suporter dan mental mereka naik. Kami kalah di babak pertama. Di ruang ganti saya bicara kepada pemain untuk mengubah permainan. Babak kedua kami jauh lebih siap dan lebih baik, tapi kami sudah terlanjur kebobolan tiga gol di babak pertama,” ujar Marcos.

Memasuki babak kedua, Arema tampil lebih agresif dan berani mengambil inisiatif serangan. Perubahan pendekatan permainan membuat alur pertandingan lebih seimbang, bahkan Arema bisa mencetak gol dan mampu menguasai penguasaan bola dalam beberapa fase. Namun efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi kendala sehingga peluang yang tercipta tidak berbuah gol tambahan.

Marcos menilai peningkatan performa di babak kedua menjadi catatan positif yang harus dipertahankan. Meski demikian, ia menegaskan konsistensi sejak menit awal menjadi pekerjaan rumah utama agar tim tidak kembali kehilangan momentum saat menghadapi tekanan di laga tandang.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita