Persiapan Porprov XVIII Sulsel Terancam Masalah Anggaran
- 12 Mar 2026 18:44 WIB
- Makassar
JiRRI.CO.ID, MAKASSAR – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan di Kabupaten Bone dan Wajo kini dibayangi ketidakpastian akibat krisis anggaran yang krusial. Pengamat olahraga Sulawesi sselatan, Dahlan Abubakar kepada rri Makassar kamis siang 12/03/2026 menilai kebijakan efisiensi pemerintah dan situasi geopolitik global menjadi hambatan utama dalam pemenuhan kebutuhan logistik pertandingan.
Kondisi ini diperparah dengan sisa waktu persiapan yang hanya menyisakan enam bulan menjelang jadwal pembukaan pada Oktober 2026 mendatang. Hingga saat ini, belum terlihat adanya pergerakan signifikan terkait renovasi sarana dan prasarana olahraga di dua kabupaten yang ditunjuk sebagai tuan rumah.
"Persoalan anggaran ini menjadi sangat krusial karena saat situasi tenang saja sering bermasalah, apalagi sekarang ada kebijakan efisiensi dan dampak geopolitik Timur Tengah. Ini menjadi problem besar bagi penyelenggaraan event sebesar Porprov yang waktunya tinggal enam bulan lagi," jelas Dahlan Abubakar.
Ketidakjelasan struktur kepenguran KONI Sulawesi Selatan yang baru juga dianggap menjadi faktor penghambat dalam koordinasi teknis pelaksanaan di lapangan. Dahlan menekankan bahwa proses pelantikan pengurus membutuhkan biaya besar dan manajemen waktu yang presisi agar agenda olahraga tidak terbengkalai.
"Pengurus baru belum diumumkan dan belum dilantik, padahal biaya pelantikan itu tidak sedikit dan sangat berat dalam situasi sekarang. Kita juga belum melihat daerah tuan rumah mulai berbenah, terutama di Wajo yang kesiapan stadionnya masih menjadi tanda tanya besar," ungkapnya pesimis.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan diharapkan segera mengambil langkah taktis untuk menjamin komitmen pendanaan bagi multi-event olahraga empat tahunan ini. Tanpa adanya keputusan tegas dari pimpinan daerah, dikhawatirkan pelaksanaan Porprov XVIII akan mengalami penundaan yang bisa merusak kalender pembinaan atlet daerah.
"Kalau Gubernur sudah memberikan instruksi yang kuat, sebenarnya tidak ada yang tidak bisa dilakukan untuk menyelamatkan pelaksanaan Porprov ini. Namun, saya sedikit pesimis kita akan terjebak pada masalah klasik yang sama jika tidak ada terobosan anggaran dalam waktu dekat," pungkas Dahlan.