TVRI Resmi Siarkan Piala Dunia 2026 Secara Gratis

  • 30 Des 2025 07:58 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI resmi menjadi pemegang hak siar Piala Dunia 2026 untuk wilayah Indonesia. Ajang olahraga internasional bergengsi tersebut akan disiarkan secara penuh oleh TVRI mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2025, mencakup seluruh pertandingan dari babak penyisihan hingga partai final.

Direktur Utama LPP TVRI, Iman Brotoseno, menyampaikan bahwa penayangan Piala Dunia 2026 merupakan bentuk komitmen TVRI dalam menghadirkan hiburan berkualitas bagi masyarakat Indonesia. Terlebih, siaran ini diharapkan dapat menjadi penguat semangat kebersamaan di tengah proses pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera.

“Kita berharap penayangan pertandingan Piala Dunia ini dapat menjadi momentum positif dan momentum kebersamaan, menumbuhkan optimisme bangkit kembali, khususnya di tengah proses pemulihan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujar Iman dalam Konferensi Pers di GPO LPP TVRI, Jakarta, Senin (29/12/2025).

Iman juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki basis penggemar sepak bola yang sangat besar. Oleh karena itu, TVRI berupaya memastikan siaran Piala Dunia 2026 dapat diakses secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa biaya.

“Masyarakat dapat menyaksikan Piala Dunia secara gratis di kanal TVRI Nasional dan TVRI Sport. Setelah melewati proses yang panjang, TVRI bangga dan bersyukur memperoleh hak siar Piala Dunia untuk wilayah Indonesia. Ini wujud komitmen TVRI dan atas arahan Presiden untuk menghadirkan tayangan olahraga internasional,” ucapnya.

Dengan hak siar yang dimiliki secara utuh, TVRI akan menayangkan total 104 pertandingan Piala Dunia 2026. Seluruh laga tersebut akan disiarkan secara live, live delay, hingga tayangan ulang (re-run) selama turnamen berlangsung.

Chief Editor Siaran Piala Dunia TVRI, Usman Kansong, memastikan kesiapan TVRI dari sisi teknis agar seluruh pertandingan dapat dinikmati masyarakat dengan kualitas siaran yang optimal. Ia menyebut, seluruh pertandingan akan ditayangkan secara terestrial atau free to air (FTA) dan disiarkan secara back to back maupun simultan selama 39 hari.

“Kita harus menyiapkan dari sisi teknis secara serius agar masyarakat bisa menikmati siaran dengan lebih baik,” kata Usman.

Apresiasi juga datang dari Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay. Ia menilai keberhasilan TVRI mendapatkan hak siar Piala Dunia 2026 merupakan bentuk nyata pelayanan kepada publik, mengingat TVRI memiliki jaringan penyiaran terluas di Indonesia.

“Kami atas nama Komisi VII DPR mengucapkan selamat. Mudah-mudahan ini bisa jadi momentum perbaikan ke depan dari sisi penyiaran. TVRI merupakan penyiaran paling senior dan jaringannya juga paling luas di Indonesia,” ungkap Saleh.

Lebih lanjut, Saleh berharap siaran Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi hiburan dan penyemangat bagi masyarakat di tengah pemulihan bencana, tetapi juga mampu membangkitkan semangat sepak bola nasional.

“Diharapkan nanti semangat Piala Dunia, semangat Indonesia untuk berkompetisi bangkit kembali. Siapa tahu pada Piala Dunia selanjutnya, Indonesia bisa masuk dan ikut bertanding,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita