Atalanta Wakil Tunggal Serie A ke 16 Besar

  • 26 Feb 2026 07:50 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang-Bergamo tak tidur tadi malam. Di tengah redupnya wakil-wakil Italia lainnya di Eropa, Atalanta berdiri sendirian menjaga marwah Serie A di panggung UEFA Champions League. Laga play-off menuju 16 besar itu berubah menjadi kisah tentang keberanian, tekanan, dan ledakan emosi yang datang nyaris di ujung waktu.

Datang dengan beban kekalahan 0–2 pada leg pertama, Atalanta tak punya ruang untuk ragu. Sejak menit awal, mereka memadatkan lini tengah dan menekan tinggi. Hasilnya langsung terasa pada menit ke-5. Gianluca Scamacca menyambar bola di dalam kotak penalti dan mengirimkannya ke sudut gawang. Skor 1–0, dan atmosfer stadion mendadak menyala.

Gol tersebut mengubah arah permainan. Atalanta bermain lebih berani, memanfaatkan sisi lapangan untuk membuka ruang. Menjelang turun minum, tekanan itu kembali berbuah. Davide Zappacosta melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihalau kiper lawan. Skor menjadi 2–0 di laga ini, agregat pun kembali imbang 2–2.

Babak kedua berjalan dengan tempo tinggi. Alih-alih bertahan, Atalanta justru meningkatkan intensitas. Pada menit ke-57, Mario Pašalić menuntaskan skema serangan cepat lewat sundulan terarah. Gol ketiga membuat kedudukan menjadi 3–0 dan untuk pertama kalinya Atalanta unggul agregat 3–2.

Namun Liga Champions selalu menghadirkan ujian mental. Pada menit ke-75, Karim Adeyemi memperkecil ketertinggalan bagi lawan. Skor berubah menjadi 3–1, agregat 3–3, dan ketegangan merayapi setiap sudut stadion. Sisa waktu pertandingan terasa begitu panjang.

Saat laga tampak menuju perpanjangan waktu, drama muncul di masa tambahan waktu. Wasit menunjuk titik putih setelah pelanggaran di area terlarang. Lazar Samardžić mengambil tanggung jawab besar itu. Dengan tenang, ia mengeksekusi penalti pada menit ke-98. Bola bersarang di gawang. Skor 4–1 untuk Atalanta pada leg kedua, sekaligus memastikan agregat 4–3.

Peluit akhir menjadi tanda bahwa Atalanta resmi melaju ke babak 16 besar. Mereka bukan hanya menang, tetapi menulis kisah comeback yang penuh determinasi. Di saat klub-klub Serie A lain tersingkir, Atalanta menjaga satu kursi Italia tetap hidup di Eropa.

Kini, langkah berikutnya menanti. Namun apa pun hasil undian nanti, satu hal sudah pasti: malam di Bergamo itu akan dikenang sebagai malam ketika keberanian mengalahkan keraguan.(TP)

Rekomendasi Berita