Kekacauan Penerbangan Ancam Irak di Piala Dunia 2026

  • 06 Mar 2026 12:26 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah berdampak pada mobilitas internasional, termasuk persiapan Timnas Irak menuju babak playoff Piala Dunia 2026.

Irak dijadwalkan bertanding dalam playoff antarkonfederasi yang akan berlangsung di Monterrey, Meksiko, pada 31 Maret 2026. Dalam pertandingan tersebut, Irak akan menghadapi pemenang laga Bolivia melawan Suriname untuk memperebutkan satu tiket menuju putaran final.

Namun partisipasi Irak dalam pertandingan itu kini berada dalam ketidakpastian. Kondisi tersebut dipicu penutupan wilayah udara Irak setelah meningkatnya ketegangan yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Penutupan wilayah udara tersebut membuat perjalanan sejumlah pemain dan staf tim nasional terganggu. Federasi Sepak Bola Irak menyebut situasi tersebut telah dilaporkan kepada FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), yang saat ini memantau perkembangan kondisi tim.

Selain pemain, pelatih kepala Irak, Graham Arnold, juga dilaporkan masih tertahan di Uni Emirat Arab akibat keterbatasan penerbangan internasional.

Kendala lainnya muncul dalam proses administrasi perjalanan. Sejumlah kedutaan negara dilaporkan masih menutup layanan akibat situasi keamanan regional, sehingga beberapa pemain dan staf belum dapat mengurus visa menuju Meksiko.

Di tengah situasi tersebut, Irak sebenarnya memiliki peluang besar untuk melangkah ke putaran final. Jika berhasil memenangi laga playoff, tim berjuluk Lions of Mesopotamia itu berpotensi menjadi wakil Asia kesembilan yang tampil di Piala Dunia 2026.

Sepanjang sejarah, Irak baru sekali tampil di ajang tersebut, yakni pada Piala Dunia 1986 yang juga digelar di Meksiko.

Piala Dunia 2026 sendiri akan digelar di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026.

Rekomendasi Berita