F1 Waspadai Konflik Timur-Tengah jelang GP Bahrain

  • 06 Mar 2026 12:53 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai mendapat perhatian dari penyelenggara Formula 1. Situasi tersebut berpotensi memengaruhi pelaksanaan Grand Prix Bahrain yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026.

Otoritas balap dunia, Fédération Internationale de l'Automobile (FIA) bersama Formula One Management (FOM), disebut tengah memantau perkembangan konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat. Eskalasi militer di kawasan Teluk dinilai menjadi faktor yang perlu dicermati menjelang seri tersebut.

Bahrain sendiri dijadwalkan menjadi tuan rumah putaran keempat musim Formula 1 pada 12 April. Sejumlah tim dan kru biasanya mulai tiba di sirkuit sekitar sepekan sebelum balapan untuk mempersiapkan aktivitas paddock dan logistik tim.

Namun situasi keamanan di kawasan tersebut mulai berdampak pada mobilitas penerbangan. Beberapa maskapai besar di kawasan Teluk dilaporkan menghentikan sementara operasional penerbangan mereka, yang berpotensi mengganggu distribusi peralatan tim serta perjalanan kru menuju lokasi balapan.

Dampak awal juga sudah terlihat dari pembatalan uji coba ban yang melibatkan tim McLaren dan Mercedes di Bahrain. Personel yang semula berada di lokasi dilaporkan dipindahkan ke agenda berikutnya dalam kalender balap.

Meski demikian, tiga seri terdekat dalam kalender Formula 1: Australia, China, dan Jepang dipastikan tidak berada di kawasan Timur Tengah sehingga tidak terdampak langsung oleh situasi tersebut.

Dalam laporan yang dikutip dari Times Indonesia, Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem menyampaikan bahwa keselamatan seluruh pihak yang terlibat dalam ajang balap akan menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan. Ia juga menyampaikan keprihatinan terhadap situasi kemanusiaan yang terjadi di kawasan tersebut.

Pihak Formula One Management juga menegaskan bahwa mereka terus berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk memantau perkembangan situasi sebelum menentukan langkah lebih lanjut terkait pelaksanaan seri di Timur Tengah.

Rekomendasi Berita