GP Monako 1996, Ada Tiga Pembalap F1 Bertahan

  • 31 Jan 2026 10:45 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Grand Prix Monako 1996 dikenang sebagai salah satu balapan paling kacau dan tak terduga dalam sejarah Formula 1. Balapan yang digelar di jalanan sempit Monte Carlo itu bahkan harus diakhiri tiga lap lebih cepat dari rencana, karena jumlah mobil yang masih bertahan di lintasan semakin menipis. Saat bendera finis dikibarkan, hanya tiga mobil yang masih mampu melaju hingga akhir lomba.

Mengutip racefans.net, Grand Prix Monako 1996 menjadi balapan paling “gila” di Principality sejak kemenangan Riccardo Patrese pada 1982. Pemenangnya pun benar-benar di luar dugaan, yakni Olivier Panis, pembalap Ligier yang memulai balapan dari posisi ke-14. Kemenangan ini menjadi satu-satunya kemenangan Panis di Formula 1 sekaligus kemenangan terakhir bagi tim Ligier.

Sebelum balapan dimulai, perhatian publik tertuju pada dominasi Williams-Renault. Dalam lima seri awal musim 1996, Williams selalu menang, dengan Damon Hill meraih empat kemenangan dan Jacques Villeneuve satu kemenangan. Keduanya juga memiliki latar belakang unik, sebagai anak dari mantan pemenang Grand Prix Monako, sehingga duel mereka diprediksi menjadi sorotan utama.

Ancaman lain datang dari juara bertahan Michael Schumacher, yang saat itu baru menjalani musim pertamanya bersama Ferrari dan mengincar kemenangan perdana untuk tim asal Italia tersebut. Schumacher tampil impresif sejak sesi kualifikasi. Sirkuit Monte Carlo sendiri baru saja mengalami pelapisan ulang aspal, membuat catatan waktu lebih cepat dari biasanya. Lap time turun lebih dari satu setengah detik dibanding tahun sebelumnya.

Dalam sesi kualifikasi, Damon Hill sempat mencatatkan waktu tercepat 1 menit 20,866 detik. Namun Schumacher memanfaatkan menit-menit terakhir dengan sempurna, mencatatkan waktu 1 menit 20,356 detik dan merebut pole position kedua Ferrari pada musim itu.Barisan kedua diisi oleh mantan rekan setim Schumacher di Benetton, Jean Alesi dan Gerhard Berger. Kualifikasi juga diwarnai kontroversi ketika Berger merasa dihalangi Schumacher hingga membuatnya berputar di chicane. Meski sempat diselidiki steward, insiden tersebut tidak berujung hukuman.Balapan hari Minggu berlangsung dalam kondisi lintasan basah, yang menjadi pemicu utama kekacauan. Banyak pembalap unggulan tersingkir akibat kecelakaan dan kesalahan sendiri. Schumacher, Hill, hingga Alesi gagal menyelesaikan lomba. Satu per satu mobil berguguran di sirkuit yang terkenal tanpa ampun terhadap kesalahan sekecil apa pun.Di tengah kekacauan itulah Olivier Panis tampil konsisten dan tenang. Strategi tepat serta kemampuan menjaga mobil tetap berada di lintasan mengantarkannya ke posisi terdepan. Saat balapan dihentikan lebih awal, Panis secara mengejutkan keluar sebagai pemenang, unggul atas David Coulthard dan Johnny Herbert yang melengkapi podium.Grand Prix Monako 1996 menjadi bukti bahwa di Formula 1, khususnya di Monte Carlo, segalanya bisa terjadi. Balapan ini bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga ketahanan, konsentrasi, dan sedikit keberuntungan. Hingga kini, momen tiga mobil tersisa di garis finis tetap menjadi salah satu kisah paling legendaris dalam sejarah Formula 1.

Rekomendasi Berita