Perekaman Unik di Balik Olimpiade Musim Dingin 2026

  • 28 Feb 2026 05:11 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Momen kompetisi figure skating tertangkap lebih jelas di Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026. Hal itu dapat terjadi berkat peran seorang mantan atlet ice dance asal Amerika Serikat, Jordan Cowan meluncur di atas es sambil membawa kamera rakitannya sendiri, mengikuti atlet sejak akhir penampilan hingga keluar arena.

Dilansir dari reuters.com, Cowan tumbuh di Los Angeles, California dan pernah berkompetisi untuk Amerika Serikat, kini bekerja sebagai videografer di atas es. Cowan menyebut momen setelah penampilan masih belum dieksplorasi dalam siaran olahraga.

Riwayat Cowan bermain skate sejak kecil, awalnya karena arena es terasa “eksotis” di California Selatan yang panas. Bahkan, Cowan cerita bahwa tidak ada air conditioner (AC) di dalam rumahnya.

Karier Cowan membawanya ke Michigan untuk menekuni ice dance di tingkat elite sebelum akhirnya pensiun. Setelah itu, ia sempat bimbang antara minat lamanya pada film dan sains, hingga menyadari keduanya bisa digabungkan.

Titik baliknya terjadi secara tak sengaja ketika ia merekam cuplikan di balik layar sebuah pertunjukan es untuk tayangan PBS di Sun Valley menggunakan ponsel dan gimbal kecil. Beberapa hasil rekamannya dipakai dalam dokumenter karena produser terkesan dengan sensasi kamera yang terasa “melayang di atas es”.

Sejak saat itu, Cowan terus mengembangkan peralatannya, dari iPhone ke kamera aksi hingga rig sinema yang lebih besar. Ia memilih menggunakan fokus dan zoom manual, teknik yang lazim di dunia film, bukan siaran langsung.

Menurutnya, autofocus tak bisa mengantisipasi pergerakan seperti yang bisa dilakukan seorang skater. “Saya, sebagai mantan skater, bisa melakukannya,” ujarnya. Ia mampu memindahkan fokus dari atlet ke suasana arena untuk mengarahkan perhatian penonton supaya emosi yang telah terbangun tidak mudah hilang.

Namun, ia tetap menjaga batas. Pasca penampilan emosional atlet Amerika, Amber Glenn yang meninggalkan arena sambil menangis, Cowan menegaskan pentingnya memberi ruang bagi atlet untuk memproses perasaan mereka.

Alih-alih memakai lensa panjang yang “menjauhkan” atlet dari suasana, ia berusaha tetap menunjukkan dukungan arena tanpa terasa mengganggu. Pendekatannya bertumpu pada kepercayaan para skater yang tahu bahwa Cowan dirasa memahami dunia mereka dan ingin menampilkan para atlet dalam pesona terbaik.

Menurut Reuters, Olympic Broadcasting Services (OBS) memang mendorong eksplorasi visual baru di Olimpiade ini, termasuk penggunaan drone dan sistem kamera atas. Kamera yang lebih ringan serta baterai yang semakin canggih turut mengubah wajah produksi olahraga modern.

Meski begitu, Cowan percaya teknik sinematik klasik dan rig kamera besar tetap punya tempat. Baginya, pekerjaan ini adalah jalan tak terduga menuju panggung Olimpiade, sesuatu yang tak sempat ia capai sebagai atlet. Lewat sudut pandang seorang mantan skater, momen-momen yang tidak ditangkap oleh siaran konvensional, kini mendapat sorotan, membuka babak baru pada cara penonton menyaksikan Olimpiade.

Rekomendasi Berita