Kejurkab Orado Banyuwangi Diikuti 30 Tim
- 23 Feb 2026 18:42 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi – Pengurus Cabang Olahraga Domino Indonesia (Orado) Banyuwangi menggelar Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) di Cafe Hedon, Banyuwangi, Minggu, 22 Februari 2026 malam. Sebanyak 30 tim ambil bagian dalam dua kategori yang dipertandingkan, yakni umum dan pelajar, sebagai ajang seleksi menuju kejuaraan tingkat provinsi pada awal April 2026.
Satu tim terdiri dari 3 orang, dengan rincian 2 pemain dan 1 cadangan. Juara pertama nantinya akan mewakili Banyuwangi pada kejuaraan tingkat Provinsi Jawa Timur sebagai bagian dari persiapan menuju Kejuaraan Nasional yang dijadwalkan pada 11–12 April 2026.
Kegiatan ini dihadiri Ketua Pengprov Orado Jawa Timur, Mahenda Abdillah Kamil, Plt. Kadispora Banyuwangi Muhammad Alfin, serta Ketua KONI Banyuwangi Khairullah.
Ketua Pengcab Orado Banyuwangi, Dede Abdul Ghany, mengatakan setelah resmi menjadi cabang olahraga, Orado diharapkan menjadi ajang kaderisasi atlet sekaligus memperbaiki citra permainan domino yang selama ini kerap dipandang negatif.
“Tapi hari ini regulasi sudah ditetapkan, federasi sudah disahkan, kita berusaha untuk menciptakan kaderisasi untuk mencari atlet baru yang baik seperti cabang olahraga lainnya,” kata Dede, Minggu 22 februari 2026.
Ia menambahkan, domino merupakan olahraga yang mengasah logika, konsentrasi, strategi, dan memori dalam membaca langkah lawan, layaknya olahraga bridge. Kini, setelah resmi menjadi cabang olahraga, pertandingan Orado memiliki aturan baku dan diawasi wasit resmi sehingga tidak lagi mengarah pada aktivitas negatif.
Animo peserta, menurut Dede, sangat tinggi. Dalam waktu sekitar 2 minggu sosialisasi, jumlah pendaftar membludak dari target awal 15 tim. Namun, karena keterbatasan alat dan waktu, peserta dibatasi menjadi 30 tim, terdiri dari 26 tim kategori umum dan 4 tim pelajar.
“Alhamdulillah animo masyarakat Banyuwangi sangat tinggi,” ujar Dede.
Melalui Kejurkab ini, Pengcab Orado Banyuwangi menargetkan lahirnya atlet dan kader baru. Pihaknya juga tengah memproduksi peralatan standar pertandingan yang ditargetkan selesai maksimal Juli 2026 untuk didistribusikan ke seluruh kecamatan. Setiap kecamatan direncanakan memiliki minimal 1 regulator serta memberdayakan warung kopi sebagai pusat pengenalan olahraga Orado.
Sementara itu, Ketua KONI Banyuwangi, Khairullah, menyambut positif hadirnya Orado sebagai cabang olahraga baru. Ia menyebut saat ini terdapat 53 cabang olahraga di Banyuwangi, baik yang sudah resmi menjadi anggota maupun yang masih dalam proses pembinaan.
“Cabang olahraga baru bisa disahkan menjadi anggota resmi KONI setelah minimal 2 tahun konsisten melakukan pembinaan dan menunjukkan prestasi,” terangnya.
Ketua Pengprov Orado Jawa Timur, Mahenda Abdillah Kamil, mengatakan setelah dideklarasikan, kepengurusan Orado telah terbentuk di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Kejurkab Banyuwangi menjadi yang pertama digelar di tingkat cabang se-Jawa Timur.
Menurutnya, seluruh daerah ditargetkan menggelar kejuaraan atau minimal seleksi sebelum kejuaraan provinsi awal April 2026 sebagai bagian dari persiapan menuju Kejuaraan Nasional pada 11–12 April 2026. Ia optimistis Orado akan berkembang pesat sebagai olahraga prestasi di Jawa Timur.