Sistem Kepelatihan Kunci Pembentukan Akademi Sepak Bola Gorontalo

  • 15 Feb 2026 20:38 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Pembentukan akademi sepak bola di Gorontalo dinilai harus dimulai dari sistem kepelatihan yang baik dan terstandar. Sistem ini menjadi fondasi utama dalam membangun pembinaan sepak bola usia pelajar agar berjalan secara terarah dan berkelanjutan.

Koordinator Bidang Olahraga Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia Provinsi Gorontalo, Rinto Nurkamiden Napu, menegaskan bahwa kualitas pelatih menjadi faktor paling mendasar dalam pembentukan akademi sepak bola.

“Sistem pembentukan akademi sepak bola yang pertama harus disiapkan itu dari sisi pelatih. Pelatih harus mempunyai referensi dan legalitas untuk menjadi instruktur dalam akademi sepak bola,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setelah aspek kepelatihan terpenuhi, pembinaan generasi sepak bola khususnya melalui Sekolah Sepak Bola (SSB) juga harus melibatkan pihak sekolah. Selain itu, menurutnya, diperlukan satu tempat atau wadah khusus yang dapat dijadikan pusat pelatihan akademi sepak bola agar proses pembinaan berjalan optimal.

“Dalam pembinaan generasi sepak bola, SSB harus ada keterlibatan dari pihak sekolah, kemudian harus ada satu wadah atau tempat untuk dijadikan pusat pelatihan akademi sepak bola,” jelas Rinto.

Lebih lanjut, Rinto mengungkapkan tantangan terbesar dalam pembentukan akademi sepak bola saat ini adalah masih rendahnya kesadaran dan pemahaman anak usia pelajar terhadap pembinaan sepak bola. Ia menilai keberadaan sekolah sepak bola di setiap kecamatan menjadi solusi strategis untuk menciptakan generasi pesepak bola yang berkelanjutan.

“Dengan adanya sekolah sepak bola di tiap kecamatan, secara otomatis akan melahirkan generasi-generasi sepak bola yang bisa berkiprah di tingkat nasional,” tambahnya.

Sebagai langkah pendukung, Rinto juga mendorong pemerintah daerah untuk memperbanyak penyelenggaraan turnamen atau liga sepak bola yang dibagi berdasarkan kelompok umur. Menurutnya, kompetisi yang rutin dan terstruktur akan menjadi sarana penting dalam meningkatkan kualitas serta daya saing pemain sepak bola usia pelajar.

Rekomendasi Berita