Sepak Bola Perempuan di Manggarai Kampanyekan Kesetaraan Gender
- 01 Feb 2026 20:53 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai - Ajang kompetisi sepak bola perempuan pertama tingkat SMP di Kabupaten Manggarai digelar untuk mengampanyekan kesetaraan gender serta perlindungan dari kekerasan terhadap anak perempuan. Kompetisi yang diikuti enam sekolah binaan Yayasan Plan Indonesia, bekerja sama dengan Yayasan Rumah Solusi Beta Indonesia (RSBI), dan Dinas PPO kabupaten Manggarai berlangsung di Lapangan Sepak Bola SMAK St. Aloisius Ruteng, Sabtu, 31 Januari hingga Minggu, 1 Februari 2026.
Mengusung semboyan Girls Football "Berani Bermain, Siap Memimpin, Sampai Semua Setara," ajang ini tidak hanya menjadi ruang kompetisi olahraga, tetapi juga sarana edukasi isu kesetaraan gender dan kepemimpinan anak perempuan. Enam sekolah SMP binaan berpartisipasi mencakup SMP Negeri 1, SMP Negeri 2 , SMP Negeri 6 Langke Rembong, SMP Karya, SMPK Immaculata dan SMPK Fransiskus Ruteng. Total peserta dalam ajang ini mencapai 145 anak perempuan yang didampingi 15 pelatih bersertifikat.
Menurut Bupati Manggarai, Herybertus Nabit, yang turut hadir dan membuka kegiatan secara resmi, ajang sepak bola perempuan ini sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia Manggarai, khususnya anak perempuan, melalui wahana olahraga sepak bola untuk mengampanyekan nilai-nilai perlindungan anak perempuan. Isu kekerasan seksual, bullying atau perundungan, kepemimpinan anak perempuan, serta kesehatan mental dinilai tepat dihadirkan melalui kegiatan yang bersifat edukatif dan menyenangkan seperti ajang kompetisi tersebut. "Karena kalau ceramah terus, sosialisasi terus, masuk telinga kiri, keluar telinga kanan," ujarnya.
Bupati menambahkan, di sela-sela pertandingan, kegiatan ini juga diisi dengan kampanye isu kesetaraan gender, kuis, serta diskusi ringan terkait berbagai persoalan anak perempuan. Pendekatan sederhana tersebut dinilai efektif dalam menguatkan pesan perlindungan dan pemberdayaan anak perempuan. Meski kompetisi ini hanya diikuti enam tim, Bupati berharap isu-isu yang diangkat dapat menyebar lebih luas.
Ia mengimbau masyarakat agar selalu mendukung kegiatan dari Yayasan Plan. "Mari kita berikan dukungan kepada semua pihak yang datang untuk berbuat baik dan membangun manggarai ini," katanya.
Koordinator Program Plan Manggarai, Dendi Manu mendorong keberanian anak perempuan tampil di ruang publik sekaligus melatih jiwa kepemimpinan sejak dini. Ia menyebut, salah satu program Yayasan Plan Indonesia tersebut memanfaatkan sepak bola perempuan sebagai sarana penguatan kepemimpinan anak perempuan. "Sangat baik itu dilakukan dari anak anak SMP kita, " katanya.
Selain pengembangan sepak bola perempuan, Yayasan Plan Indonesia juga melakukan renovasi sejumlah sekolah serta perbaikan beberapa lapangan sepak bola yang nantinya dimanfaatkan sebagai ruang bermain dan aktivitas positif bagi anak-anak perempuan
Sementara itu, Project Manager RSBI, Renya, menyebut sepak bola menjadi media efektif untuk membangun rasa percaya diri anak perempuan. Ia berharap para peserta ke depan dapat berkompetisi hingga tingkat provinsi dan nasional. "Perempuan juga bisa bermain bola kaki, bukan cuma laki-laki," katanya.
Kompetisi ini, menurutnya, sekaligus menjadi sarana advokasi kepada pemerintah, masyarakat, dan orang tua mengenai pentingnya kesetaraan gender serta pencegahan tindakan diskriminasi terhadap anak perempuan. Kompetisi ini yang mendapat antusiasme tinggi dari penonton yang memadati lapangan pertandingan.
Ajang ini diharapkan menjadi ruang berkelanjutan bagi pengembangan bakat sepak bola perempuan di Manggarai, sekaligus memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap anak perempuan melalui pendekatan olahraga dan pendidikan karakter.