Pemprov NTT Dorong Nobar Piala Dunia Produktif
- 31 Jan 2026 16:30 WIB
- Ende
RRI.CO.ID – Ende: Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memastikan penayangan Piala Dunia FIFA 2026 melalui TVRI tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai pengungkit ekonomi rakyat, sarana pembinaan olahraga, serta penguatan ruang kebersamaan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Gubernur NTT Melki Laka Lena saat menghadiri kegiatan Kick Off Piala Dunia FIFA 2026 yang digelar TVRI Kupang, Sabtu, 31 Januari 2026.
Sebagai pemegang hak siar resmi Piala Dunia FIFA 2026, TVRI akan menayangkan sebanyak 104 pertandingan secara gratis melalui TVRI Sport dan TVRI Nasional mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Siaran terbuka ini memungkinkan masyarakat NTT menikmati pertandingan sepak bola kelas dunia sekaligus menanamkan nilai disiplin, sportivitas, dan kerja sama tim.
Gubernur Melki Laka Lena mengatakan, Pemerintah Provinsi NTT akan berkoordinasi dengan TVRI serta pemerintah kabupaten dan kota dalam pengelolaan kegiatan nonton bersama di daerah. Fokus diarahkan pada ketertiban, keamanan, serta manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
“Kegiatan nonton bersama harus tertib dan aman, sekaligus memberi manfaat ekonomi dengan melibatkan UMKM lokal agar terjadi perputaran ekonomi di tengah masyarakat,” kata Gubernur.
Selain aspek hiburan dan ekonomi, penayangan Piala Dunia juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi olahraga bagi generasi muda. Anak-anak diharapkan dapat belajar dari praktik sepak bola kelas dunia tanpa mengabaikan prioritas pendidikan dan waktu istirahat.
Gubernur juga mengingatkan masyarakat untuk bijak mengatur waktu, mengingat sejumlah pertandingan berlangsung pada malam hingga dini hari. Pengelolaan waktu yang baik dinilai penting agar produktivitas masyarakat tetap terjaga.
Melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi NTT dan TVRI, Piala Dunia FIFA 2026 diharapkan dapat dimaknai lebih dari sekadar tontonan, melainkan menjadi momentum memperkuat ekonomi rakyat, literasi olahraga, serta ruang kebersamaan sosial yang sehat di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur.