Evan Dimas Dorong Sepak Bola Seimbang Pendidikan

  • 13 Des 2025 14:22 WIB
  •  Ende

KBRN, Manggarai Barat: Mantan pemain Tim Nasional Indonesia, Evan Dimas, menegaskan pentingnya keseimbangan antara pendidikan dan pembinaan sepak bola bagi generasi muda. Menurutnya, pembinaan atlet usia dini tidak boleh hanya berfokus pada pencapaian prestasi olahraga semata, tetapi juga harus memastikan anak-anak tetap berkembang secara akademik.

“Sepak bola dan pendidikan harus berjalan bersama dan saling menguatkan. Kalau adik-adik nantinya tidak menjadi pemain sepak bola, itu tidak masalah. Mereka tetap bisa sukses di bidang lain,” kata Evan Dimas saat ditemui dalam kegiatan Festival Sepak Bola Rakyat di Lapangan Sepak Bola Stadion Ora Flobamora, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (13/12/2025).

Dirinya menjelaskan, pendidikan menjadi fondasi penting agar anak-anak memiliki pilihan masa depan yang lebih luas. Ia menilai, jika pembinaan hanya terpusat pada sepak bola tanpa dukungan pendidikan, maka risiko kegagalan akan berdampak besar pada masa depan pemain muda. Karena itu, menurutnya, harus ada kemungkinan-kemungkinan lain yang disiapkan sejak dini.

Lebih lanjut, Evan menyebut sepak bola bukan sekadar olahraga atau permainan, melainkan sarana pembentukan karakter. Nilai disiplin, kejujuran, kebersamaan, dan sportivitas, kata dia, harus ditanamkan seiring dengan proses belajar di sekolah. Dengan demikian, anak-anak tidak hanya unggul secara teknik, tetapi juga matang secara mental.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan lingkungan dalam membentuk keseimbangan tersebut. Peran pelatih, orang tua, pemerintah, hingga sistem pendidikan harus saling bersinergi.

“Tidak bisa hanya satu atau dua pihak yang bergerak. Semua sektor harus berperan sesuai fungsinya masing-masing,” ujarnya.

Menurutnya, keterbatasan fasilitas bukan menjadi hambatan utama selama proses pembinaan berjalan dengan komitmen yang kuat. Ia menilai kondisi latihan yang sederhana justru dapat membentuk ketangguhan, selama anak-anak tetap mendapat pendampingan yang tepat, termasuk dari sisi pendidikan.

Melalui kegiatan seperti Festival Sepak Bola Rakyat, Evan berharap pembinaan sepak bola di daerah dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan, tanpa mengabaikan pendidikan formal. Ia optimistis, dengan keseimbangan tersebut, generasi muda tidak hanya siap berprestasi di lapangan, tetapi juga siap menghadapi masa depan di berbagai bidang.

Rekomendasi Berita